Gudang Roti Adisucipto Dilahap Si Jago Merah

Read More

Perbaikan Jalan di Untan Tuai Keluhan

Read More

Toleransi Dalam Beragama Menurut Mahasiswa Udayana

Read More

Turun ke Jalan Demi Pengharapan Kawan

Read More

Himadip FKIP Untan Gelar Seminar Nasional

Read More

mimbaruntan.com, Untan— Rumah baca yang terletak di area bermain Taman digulis Jl A. Yani kini  ramai pengunjung. Hal ini diakui oleh Dian selaku petugas rumah baca, menurutnya minat baca kalangan masyarakat cukup baik, Minggu (12/11). “Disini sih minat bacanya baik, kalau saya sedang lembur sih biasanya ramai, pengunjung rata-rata perhari sekitar 40-50 orang,” ujarnya. Rumah baca yang beroperasi setiap hari ini memiliki berbagai koleksi buku mulai dari koleksi untuk anak, remaja, hingga koleksi umum. Pengunjung dapat datang ke rumah baca pada Senin-Jumat pukul 08.00-13.00 dan Sabtu-Minggu pukul 10.00-13.00. Dian berhadap dengan adanya Rumah Baca dapat meningkatkan minat baca pada masyarakat terutama pada anak-anak, baginya anak-anak merupakan generasi penerus bangsa yang harus memiliki pengetahuan serta wawasan luas agar  mampu menghadapi era globalisasi. “harapannya sih agar anak-anak memiliki minat baca yang tinggi dan pengetahuan luas. Supaya kota Pontianak bisa maju, sudah maju bisa lebih maju lagi, biar anak-anak siap untuk globalisasi,” katanya. Budiarto satu diantara pengunjung merasa senang dengan fasilitas rumah baca yang sejuk, bersih, dan nyaman. Menurutnya suasana seperti ini sangat efektif untuk para pengunjung yang hendak menghabiskan waktu bersama keluarga. “keadaan di dalam ruang bacanya nyaman, sejuk dan bersih,” katanya. Ia menambahkan agar koleksi buku terus ditambah, hal ini dikarenakan mayoritas …

0 0

mimbaruntan.com, Untan – Kebijakan pemerintah mengenai pelarangan berjualan di sepanjang jalan Daya Nasional yang tertera pada plang peringatan masih saja dilanggar, Minggu (12/11). Hal ini terbukti dengan masih adanya Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan setiap harinya dari pagi hingga petang di sepanjang jalan tersebut. Edi, satu dari pedagang yang berjualan di sepanjang Jalan Daya Nasional mengatakan bahwa alasannya berjualan di tempat tersebut karena ia mengaku sudah lima tahun berjualan di tempat itu. “Saye hamper 5 tahon berjualan di sini,” tuturnya. Fauziah, salah seorang pembeli dari pedagang kaki lima mengatakan bahwa tidak salah apabila mereka berjualan. Hal itu merupakan mata pencariannya demi memenuhi kebutuhan ekonomi sehari-hari, tetapi Fauziah juga mengatakan bahwa seharusnya pedagang juga memiliki kesadaran diri karena pemerintah telah menetapkan larangan supaya tidak berjualan di sepanjang jalan tersebut. “Memang perlu mereka berjualan, namanya juga cari rejeki, tapi kalau pemerintah sudah melarang yah seharusnya pedagang juga harus ada kesadara diri,” katanya. Fauziah juga memberi solusi supaya para pedagang selalu menjaga kebersihan areal sekitar. “Yah tidak apa-apa selama mereka menjaga kebersihan lingkungan sekitar, toh mereka berjualan juga membantu anak kost yang tidak sempat masak,” tambahnya. Senada dengan Fauziah, Eliansyah, seorang pengunjung masjid Muhtadin Untan mengatakan bahwa sebenarnya tidak salah mereka berjualan, …

0 0

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya” Itulah yang diucapkan oleh founding father kita, Soekarno. Mantra itu terucap saat beliau berpidato memperingati hari pahlawan 10 November, 56 tahun lalu. Semua yang terucap dari mulutnya seperti sebuah sabda. Termasuk kalimat tadi mampu mengingatkan mereka yang sudah mulai lupa. Sebentar lagi kita akan memperingati hari pahlawan nasional yang ke-71. Apakah kesaktiannya masih tahan uji sampai sekarang? Jangan terlalu merampot anyot mempertanyakan kesaktian yang ujung-ujungnya membandingkan dengan ilmu kanuragan Setnov, mending kita sama-sama menjernihkan pemikiran dulu dengan membedakan pahlawan dan pejuang. Karena pahlawan dan pejuang adalah hal yang serupa tapi tak sama. Di dalam UU No. 20 Tahun 2009, “Pahlawan Nasional adalah gelar yang diberikan kepada WNI atau seseorang yang berjuang melawan penjajahan di wilayah yang kini menjadi wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang telah gugur atau meninggal dunia demi membela bangsa dan negara, atau semasa hidupnya melakukan tindakan kepahlawanan atau menghasilkan suatu prestasi dan karya yang luar biasa bagi pembangunan dan kemajuan  bangsa dan negara Republik Indonesia.” Namun definisi pejuang tidak dijelaskan dalam Undang-Undang. Kok pejuang seperti didiskriminasikan ya. Akhirnya definisi pejuang ketemu dalam KBBI yang artinya,  “Orang yang berjuang, prajurit.” Orang biasa pasti akan mudah mencari perbedaan dengan membandingkan …

0 0

mimbaruntan.com, Untan — Dalam rangka membangun kebersamaan antar mahasiswa, Himpunan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (HMPIPS) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Tanjungpura (Untan) mengadakan kegiatan olahraga bersama di Taman Digulis Pontianak(12/11). Kegiatan itu diikuti oleh 70 mahasiswa, yang terdiri dari 38 mahasiswa baru FKIP prodi IPS. Khasandra Egi Aultama selaku ketua panitia menuturkan bahwa, kegiatan ini diadakan dengan tujuan membangun rasa kebersamaan kepada mahasiswa baru agar kami bisa lebih dekat dan akrab. ”Dengan melakukan olahraga bersama, biar kami dari angkatan-angkatan sebelumnya dan mahasiswa baru lebih dekat dan akrab,” tuturnya. Egi menjelaskan, acara tersebut bertemakan outdoor sehingga dilaksanakan di Taman Digulis karena menurutnya cukup besar untuk menyelenggarakan rangkaian kegiatan seperti senam kreasi, lari bersama, serta permainan ringan. Agung Jihad Novanto sebagai satu diantara peserta, juga mengungkapakan bahwa ia gembira akan adanya kegiatan tersebut. ”Tentu saya begitu senang dengan acara-acara seperti ini, karena membangun kebersamaaan dengan kawan lainnya. Juga dengan kawan kami dari berbagai daerah, dengan kegiatan ini akan menambah kedekatan,” ungkapnya. Penulis: Ricky Setiawan, Lilis Patria, Rahma Ning Tyas Editor: Adi R.

0 0

mimbaruntan.com, Untan —  Dosen Fakultas Pertanian (Faperta) mengajak masyarakat Desa Sungai Nipah, Kabupaten Mempawah untuk mengoptimalkan pengelolaan lahan gambut. Mereka membentuk kelompok budidaya ikan dan mengedukasi masyarakat  untuk merevitalisasi ekonomi dengan memanfaatkan lahan tersebut.. Berdasarkan dokumen Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut (RPPEG) Kalbar tahun 2016, Provinsi Kalbar memiliki 14 Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG) dengan luas 2,8 juta ha. Potensi lahan gambut yang cukup besar ini sampai sekarang masih belum banyak dimanfaatkan khusunya untuk sektor perikanan. Hal ini diakui oleh Radian selaku dekan Fakultas Pertanian (Faperta), menurutnya lahan gambut yang ada belum dimanfaatkan oleh masyarakat secara optimal. “Tentu selama ini masyarakat yang menggunakan gambut kalo ndak kite berdayakan mereka kehilangan mata pencarian. Oleh karena itu, agar mereka tetap menggunakan gambut kite mancarikan usaha-usaha seperti ikan nih kan yang memang potensi”, katanya. (4/11). Kepala Desa Sungai Nipah Rajali bersyukur dengan datangnya kehadiran dosen Faperta. Ia mendukung secara penuh program yang ditawarkan, sebab program tersebut mengarah kepada proses pendidikan masyarakat untuk merevitalisasi ekonomi dengan memanfaatkan lahan gambut secara langsung. “Saya selaku kepala desa pasti merespon baik, karena saya pikir ini sebuah peluang kesempatan kepada masyarakat sekaligus dapat ilmu pendidikannya dan juga penerapan langsung dimasyarakat”, pungkasnya. Ilham, selaku warga Sungai Nipah merasa langsung dampak …

0 0

mimbaruntan.com, Pontianak — Himpunan Mahasiswa Perencanaan Wilayah Kota (HIMAP)  Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura (Untan) menggelar seminar dalam rangka memperingati Hari Tata Ruang Nasional tahun 2017. Seminar yang bertema “Persiapan Kota Pontianak Menuju Kota Cerdas” ini  diselenggarakan di gedung Kementrian Agama Kalimantan Barat, Sabtu (11/11). Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari masing-masing SMA, SMK  se-Kota Pontianak serta Mahasiswa  Untan,  khususnya Mahasiswa Perencanaan Wilayah Kota. Budi Utomo Ketua Panitia menuturkan tema kali ini selaras dengan Kota Pontianak yang sedang gencarnya menuju kota cerdas. “Kami mengambil tema Perencanaan Kota Pontianak Menuju Kota Cerdas dikarenakan pontianak sekarang ini lagi gencar-gencarnya membuat Pontianak itu berkonsep kota  cerdas,” ungkapnya. Menurutnya untuk mewujudkan Kota Cerdas ialah butuh kepekaan masyarakat agar terbuka wawasannya terhadap pemikiran berbagai dunia luar. ”Ada tiga aspek kota cerdas yaitu law infrastruktur ialah, hard infrastuktur , berbudaya sosial,” tambahnya. Ia berharap masyarakat dapat bekerja sama untuk mewujudkan Kota Pontianak sebagai Kota Cerdas “Dengan adanya perkembangan konsep smart city ini berharap Kota Pontianak dapat bermobilisasi lebih cepat sehingga masyarakat lebih cerdas,” harapnya. Hal senada juga diungkapkan Yogi selaku Ketua Himap, menurutnya smart city merupakan sebuah konsep pengembangan kota yang memiliki aturan serta tata tertib ruang yang baik, “dengan adanya konsep ini bisa meningkatkan kita semua dengan kesadaran …

0 0

mimbaruntan.com, Untan – Lembaga Pers Mahasiswa menyelenggarakan Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD) di Sekretariat LPM Untan, Jl. Daya Nasional. Kegiatan tersebut berlangsung dari hari Jumat (10/11) hingga Minggu (12/11). PJTD adalah agenda tahunan yang diselenggarakan oleh LPM Untan setelah sebelumnya mengadakan Perekrutan anggota baru. Peserta yang dinyatakan lulus proses wawancara kemudian mengikuti PJTD sebagai bekal dasar menjadi pers mahasiswa. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 27 mahasiswa yang berasal dari berbagai fakuktas di Untan menjadi pesertanya. Angka ini lebih besar dibanding PJTD sebelumnya. Arif selaku ketua umum LPM Untan menyatakan bahwa jumlah peserta kali ini merupakan peserta terbanyak semenjak ia berorganisasi di LPM Untan. “Selama saya ada di lpm untan sudah hampir 3 tahun lebih, ini merupakan PJTD yang anggotanya cukup meningkat dan cukup banyak. Artinya antusias dari mahasiswa Untan saat ini masih ada, terutama dalam bidang organisasi,” jelasnya. Menurut Laily selaku Kepala Divisi PSDM LPM Untan peningkatan ini berkat usaha publikasi dari panitia dan kemajuan teknologi dan informasi. “Berkat publikasi juga dari panitia dan perkembangan teknologi juga itu turut membantu untuk mempublikasikan dan menambah peserta. Dan peningkatan jumlah peserta mengansumsikan bahwa banyaknya mahasiswa yang tertarik dengan jurnalistik,” ungkap Laily ketika diwawancarai di sela-sela kegiatan. Imam selaku ketua panitia PJTD berharap peserta …

0 0

mimbaruntan.com, Untan – memperingati hari pahlawan pada setiap tanggal 10 November, Mahasiswa FKIP Untan dan IKIP PGRI Pontianak yang sedang melaksanakan PPL di SMP Negeri 02 Pontianak menyelenggarakan lomba yang bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta akan jasa para pahlawan Indonesia. Minimnya siswa yang tertarik dengan dunia sejarah khususnya sejarah para pahlawan yang berjuang bagi kemerdekaan Indonesia menjadi salah satu dasar untuk membuat kegiatan tersebut. Ditambah dengan Peran Mahasiswa sebagai kaum terpelajar yang dianggap memiliki intelektualitas lebuh tinggi dari mayoritas masyarakat di Indonesia serta terwujudnya Tri Dharma Perguruan tinggi. Kegiatan ini bertujuan agar para siswa menyadari betapa pentingnya semangat kepahlawanan melalui berbagai rangkaian acara seperti lomba puisi, puzzle, kostum dari barang bekas, dan video kreatif memeriahkan kegiatan tersebut. Selain diikuti oleh seluruh siswa, kegiatan ini juga melibatkan semua dewan guru dan mahasiswa PPL di smp negeri 02 pontianak namun hal unik terjadi ketika lingkungan SMP 02 Pontianak tidak bisa digunakan akibat sedang dilakukan renovasi, sehingga kegiatan tersebut dilangsungkan di SDN 34 Pontianak. “Persiapan yg kami lakukan selama 3 minggu dan banyak proses yg kami siapkan, sehingga terlaksananya kegiatan ini, meskipun terkendala oleh gedung sekolah yang masih direnovasi sehingga harus menumpang di SD 34,” ungkap Krissantus selaku ketua panitia dari IKIP PGRI …

0 0

mimbaruntan.com, Untan- Keberadaan lebah hutan (Apis Dorsata) sebagai penghasil madu merupakan hal yang bermanfaat bagi masyarakat di kawasan Danau Sentarum, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Deretan pohon Putat yang menyebar di seluruh kawasan Danau Sentarum menjadi tempat hidup utama lebah hutan. Mereka akan membuat sarang hingga menghasilkan madu dan siap dipanen oleh petani madu hutan. Tidak hanya melulu mengharapkan lebah tersebut membuat sarang sendiri tetapi para petani akan membentuk dahan buatan yang disebut Tikung untuk lebah bersarang. Namun, Danau Sentarum memilik fase yang unik yakni tergenang air ketika musim penghujan dan kering saat kemarau tiba. Sehingga, populasi dari ekosistem ini dijaga bersama oleh masyarkat lokal. Presiden Asosiasi Periau Danau Sentarum (APDS), Bariswadi mengatakan bahwa saat ini masyarkat bahu membahu agar danau tersebut selalu terjaga agar populasi lebah hutan tidak terganggu. Menurutnya, ancaman terbesar adalah kebakaran hutan ketika kemarau. “Ancaman terbesar adalah kebakaran hutan,” katanya, Jumat (27/10/2017). Bariswadi mengatakan sempat terjadi kebakaran hebat karena saat kemarau orang bisa berjalan kaki untuk mengelilingi danau bahkan dapat menggunakan sepeda motor maupun mobil. Aktivitas darat ini menyebabkan setitik api yang menyala dapat membakar banyak wilayah. “Pada tahun 1997 sempat kebakaran hutan di sini,” jelasnya pria yang akrab di sapa Uge tersebut. Namun, hal tersebut …

0 0

mimbaruntan.com, Untan – Budaya membaca di Indonesia masih tertinggal jauh dari negara lain. Berdasarkan Riset yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity pada Maret 2016 lalu, yang bertajuk “Most Littered Nation In the World” Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca. Peringkat ini hanya lebih baik dari Negara Bostwana pada peringkat terakhir. Indonesia juga tertinggal jauh oleh negara tetangga Singapura yang bertengger di posisi ke-36. Dari peringkat tersebut, 5 Negara yang berada di posisi lima besar adalah Finlandia pada urutan pertama, Norwegia, Islandia, Denmark dan Swedia. Hal ini salah satunya menjadi dasar dalam membangun dan menumbuhkan budaya literasi di Kalimantan Barat. Kepala Balai Bahasa Kalbar, Aminulatif, mengatakan bahwa perkembangan budaya literasi khusunya keinginan mengetahui informasi tentang bahasa indoensia di kalangan pemuda masih kurang. “Ini sebenarnya salah satu tanda bahwa budaya literasi dalam bentuk anak muda itu walaupun mungkin tidak dalam buku cetak melainkan media sosial,” tambahnya. Di sisi lain, Sudarni, Duta Baca Nasional memiliki cara sendiri membangun budaya literasi. Ia mengajak komunitas lokal untuk memberikan edukasi kepada pemuda dan guru membangun budaya literasi. “Kami biasanya dua minggu sekali dialog komunitas di situ kita bisa berbagi macam, bisa tentang literasi, bisa tentang bahasa, biasanya kita peruntukan untuk para …

0 0

mimbaruntan.com,Untan – Beberapa masalah yang menimpa radio komunitas baru-baru ini banyak berkaitan dengan urusan administrasi perizinan. Di Kalimantan Barat sendiri hanya  satu yang mempunyai izin resmi yakni Radio Pemuda Independen, sementara belasan lainnya masih dalam proses perizinan. Jika mengacu kepada Undang-Undang Republik Indonesia No.32 tahun 2002 tentang penyiaran semua lembaga siaran harus melakukan perizinan resmi agar isi konten siaran yang dilakukan tidak bersifat ilegal. Pemerintah daerah melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang berkerja sama dengan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalbar mendukung  penuh perizinan radio komunitas. Peran radio komunitas di berbagai daerah sangat diperlukan  untuk mengedukasi masyarakat, membantu masyarakat, mengontrol,serta memahami  permasalahan di dalam realitas kehidupannya, dan kemudian memperbaikinya. Seperti yang dihimbau oleh Syarifah Ariyana Kaswamayana selaku Demisioner KPID Kalbar. Ia sangat mendorong radio komunitas dalam hal melakukan proses administrasi. “Yang namanya radio komunitas kita support dong mereka berizin biar ndak liar biar ndak dikatakan ilegal,” katanya, Kamis (2/11). Radio komunitas menonjolkan peristiwa-peristiwa yang kecil, lokal, dan khas milik  komunitas. Karena menonjolkan unsur lokalitas, materi acara radio komunitas cenderung  berbeda-beda di setiap desa atau komunitas. Radio komunitas yang dibangun di desa-desa berisi acara sesuai dengan potensi daerah masing-masing. Tak hanya itu, menurut Syarifah radio komunitas juga mempunyai peluang usaha. …

0 0

mimbaruntan.com,Untan – Dalam rangka meningkatkan kinerja organisasi diperlukan kemampuan kooordinasi dan kerja sama dari berbagai pihak untuk merealisasikannya.Seperti yang dilakukan oleh Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Tanjungpura (Untan) yang memfasilitasi organisasi di lingkungan Faperta untuk menghadiri kegiatan Pelantikan Bersama. Kegiatan yang bertempat di Aula Faperta ini dihadiri oleh DPM, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di lingkungan Faperta Untan, Jumat (3/11). Dalam kata sambutannya, Iwan Sasli Wakil Dekan bidang akademik memberikan dukungan  kepada mahasiswa agar selalu bersama-sama membangun Faperta lewat cetakan prestasi baik  tingkat Untan maupun tingkat nasioanal. Selain itu, sebagai pengurus keorganisasian penting untuk memilah prioritas serta menegakkan persatuan Faperta Untan. “Kita sebagai pengurus wajib memilah memilih mana yang tidak penting dan tegaknya persatuan Faperta ini,” katanya,Jumat (3/11). Fadli Faturrahman, selaku ketua DPM Faperta Untan bahwa kegiatan yang diselenggarakan atas inisiatif rekan-rekan organisasi Faperta Untan ini bertujuan untuk menumbuhkan dan menciptakan suasana kebersamaan sehingga terbangun komunikasi kerja sama antar lembaga. “Kite melihat keinginan utamanya ingin menyatukan bendera pertanian. Tercetusnya ide ini dari teman-teman setiap UKM dan HMJ yang beda waktu saat pelantikan dan kegiatannya banyak yang tidak teratur dan tidak terarah,” jelasnya. Dalam mengajak kawan-kawan organisasi perlu waktu yang …

0 0

  Pada rembulan ada rasa yang tak bisa ku sampaikan Lidah terlalu kelu ketika berbicara cinta. Pada matahari, kau terlalu galak untuk ku beri tahu Aku takut kau takkan bisa menerima semuanya. Pada senja aku mengharap dengan jinggamu, Aku dapat tenggelam didalamnya Bersama angan yang takkan menjadi kenyataan   Artila , Mahasiswi Universitas Tanjungpura

0 0

MENU

Back