Dampak Buruk Penggunaan Hp Terhadap Kesehatan

Read More

Calon Ketua Umum LPM Untan terpilih, Apa Visi Misinya?  

Read More

Arif Ketua Umum Terpilih LPM Untan 2017-2018

Read More

Jalin Silaturahmi, Ini yang Dilakukan Mahasiswa Faperta

Read More

Jalin Silaturahmi, Ini Yang Dilakukan Mahasiswa Faperta

Read More

mimbaruntan.com, Untan— Bermula pada saat rumusan nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) pada tanggal 12 Februari 2013 silam, Pemberlakuan Bantuan Operasional Perguruan Tinggi atau disingkat dengan BOPTN mulai berlaku, sebagaiamana pelaksanaan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi (UU Dikti). Selain itu, pemerintah juga mengalokasikan 30%  dari BOPTN untuk penelitian di PTN dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS). BOPTN ini merupakan satu diantara program dari Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (KemenristekDikti) yang diberikan kepada Perguruan Tinggi Negeri (PTN) untuk membiayai kekurangan biaya operasional sebagai akibat adanya kenaikan sumbangan pendidikan di PTN. “Kalau dulu masih di bawah Kemendikbud, program itu dimulai pada tahun 2012. Jadi setiap universitas negeri itu diberikan BOPTN dengan konsep perhitungan setelah diberlakukannya Uang Kulih Tunggal (UKT),” ungkap Sy. Zulkifli, Kepala Sub Bagian Biro Umum dan Keuangan (BUK) Untan, Rabu (12/4). Untuk konsep pemberian dana BOPTN adalah melalui perhitungan besaran Biaya Kuliah Tunggal (BKT) danUang Kuliah Tunggal (UKT). Ketika uang kuliah telah di tetapkan, namun terjadi selisih kekurangan, maka akan ditutupi oleh dana BOPTN. Besaran tarif BKT melalui penetapan pemerintah yang mengacu pada standar satuan biaya operasional Pendidikan Tinggi secara periodik dengan mempertimbangkan, pertama, capaian Standar Nasional Pendidikan Tinggi. Kedua, jenis Program Studi. dan ketiga indeks kemahalan wilayah. …

0 0

mimbaruntan.com, Untan— 71 tahun negara Indonesia merdeka, namun permasalahan anak terlantar di Kota Pontianak belum teratasi. Dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 pasal 34 ayat (1) menyebutkan bahwa “Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara” Kasus penelantaran anak masih saja terjadi di kota-kota besar, hal tersebut disebabkan karena orang tuanya tidak mampu melaksanakan kewajibannya secara optimal sehingga kebutuhan anak baik jasmani, rohani maupun sosial tidak terpenuhi secara wajar. Menurut salah seorang ilmuwan sosial dunia, Walter A Friedlander, mengatakan bahwa anak terlantar adalah anak yang tidak mendapatkan asuhan secara minimal dari orang tuanya sebab kondisi keluarganya baik ekonomi, sosial, kesehatan jasmani maupun psikisnya tidak layak sehingga anak-anak tersebut membutuhkan adanya bantuan pelayanan dari sumber-sumber yang ada di masyarakat sebagai pengganti orang tuanya. Selasa, 4 April 2017 waktu menunjukkan pukul 07.30 WIB. Ikmal (12) dan teman-temannya berjalan kaki sambil membawa gitar dan kaleng bekas. Mereka dari arah Gg. Semut, Kel. Tanjung Hulu, Kec. Pontianak Timur, menuju Pasar Flamboyan Pontianak, untuk mengamen. Hasil ngamen dari pagi hingga sore hari biasanya hanya sebesar lima ribu sampai sepuluh ribu rupiah. Uang tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhanya. “Kamek dapat duit hasil ngamen untuk makan bang, orang tue kamek ndak mampu ngasik duit,” …

0 1
Fakultas MIPA Untan

mimbaruntan.com, Untan – Saat ini terkait biaya daftar ulang atau (Unit Kuliah Tunggal)UKT masih menuai keluhan dari beberapa mahasiswa FMIPA UNTAN. Tidak hanya mahasiswa yang mendapatkan UKT 1 dan 2 dengan  penghasilan orang tua nya kurang lima ratus ribu, namun yang mendapatkan UKT 3,4, dan 5 pun merasa terbebani karena biaya daftar ulang tersebut. Dalam hal ini perlu adanya solusi dari pihak fakultas dan pihak-pihak yang terkait. Petrus salah satu mahasiswa Fakultas MIPA UNTAN Jurusan MATEMATIKA angkatan 2015 merasa bahwa UKT ini  tidak tepat sasaran, seperti yang ia alami sekarang. Petrus termasuk  lulusan SNMPTN dengan mendapatkan  UKT 3 ,“dengan UKT 3 ini  sangat lah memberatkan bagi saya juga untuk melanjutkan perkuliahan karena saya  melihat kondisi ekonomi keluarga sangatlah minim dan ayah hanya bekerja sebagai petani karet dengan penghasilan satu juta setiap bulannya dan ibu hanya sebagai ibu rumah tangga tidak berpenghasilan apapun,”ungkapnya(22/03). Saat menempuh semester dua, Petrus tidak memiliki uang untuk daftar ulang dan ia sempat memutuskan untuk tidak melanjutkan kuliah, namun hal tersebut dapat teratasi lewat bantuan dari teman kelasnya,“pada waktu melanjutkan semester 2 saya tidak memiliki uang untuk daftar, belum lagi saat itu saya membayar uang kontrakan, saya memutuskan untuk mengambil cuti dulu dan pengahasilan ayah yang satu …

0 29
Karikatur Bang Miun

mimbaruntan.com, Untan- Sampah merupakan masalah yang dihadapi hampir seluruh Kota di Indonesia. Rata-rata setiap harinya kota-kota besar di Indonesia menghasilkan puluhan ton sampah. Sampah-sampah itu diangkut oleh truk-truk sampah dan dibuang atau ditumpuk begitu saja di tempat yang sudah disediakan tanpa di apa-apakan lagi. Dari hari ke hari sampah itu terus menumpuk dan terjadilah bukit sampah seperti yang sering kita lihat. Sampah yang menumpuk itu, sudah tentu akan mengganggu penduduk di sekitarnya. Pesatnya perkembangan pembangunan wilayah perkotaan di Indonesia, diikuti oleh peningkatan perpindahan sebagian rakyat pedesaan ke kota dengan anggapan akan memperoleh kehidupan yang lebih baik. Hal ini tentunya sangat berdampak pada peningkatan jumlah penduduk kota yang juga sebanding dengan limbah yang akan dihasilkan. Namun, tidak disertai secara langsung dengan penyediaan sarana dan prasarana yang tidak sebanding oleh pemerintah, akibatnya pelayanan yang ada tidak maksimal dan terjadi penurunan kualitas lingkungan, khususnya pada permasalahan pengangkutan sampah kota. Pontianak merupakan kota jasa dan perdagangan, tentu ativitas jual beli yang dapat menghasilkan sampah cukup banyak ini juga termasuk masalah yang cukup serius dan harus cepat di tanggulangi. Dinas Lingkungan Hidup mencatat rata-rata sampah pada tahun 2015 yang dihasilkan sebanyak 1.676,4 m3 dan pada tahun 2016 sampah yang dihasilkan sebanyak 1780,96m3 perhari atau sebanyak …

0 9

mimbaruntan.com, Untan – “Saya memahami bahwa ini adalah pertama kali kita menerapkan sistem online untuk pendaftaran jadi mungkin masih ada, kebimbangan. Padahal di sistem ini tidak harus dibuka melalui laptop, gampang, pake handphone pun bisa,” kata Rini ktika berbicara di acara audiensi bersama BEM Untan di Ruang rapat Wakil Rektor II Untan, Rabu (18/1/2017). Statement itu ia sampaikan untuk menanggapi secara umum sistem verifikasi UKT (Uang Kuliah Tunggal) yang digunakan sejak tahun semester gasal 2016 lalu. Tanggapan itu ia sampaikan setelah diketahui masih banyak ke-tidak tepat sasaran yang timbul pada sistem UKT, meski sistem verifikasinya telah diganti dari manual ke sistem online. Heri, pegawai Biro Umum dan Keuangan Untan yang bertugas mengorganisir website tersebut mengatakan bahwa sistem verifikasi online tersebut bertujuan baik. “Memang di 2016 kita berkeinginan, tujuannya itu baik sebenarnya untuk memudahkan, memangkas jarak. karna kita sadari, sebaran mahasiswa Untan itu sudah tidak di Kalimantan saja,” katanya Senin(28/2/2017). Ia juga menjelaskan bahwa adanya gebrakan dengan mengganti sistem verifikasi manual menjadi sistem yang berbasis IT memiliki konsekuensi tersendiri. Yaitu tidak adanya tolerir dalam kesalahan sedikitpun.“Finish pun, masih ada warning, sehingga masih ada chance (untuk perbaikan-red). Verifikator itu fungsinya kan mengecek, ketika mereka menemukan adanya kesalahan akan dikoreksi dan dibuka kembali …

0 1

mimbaruntan.com, Untan – Pada semester gasal tahun ajaran 2016/2017, Universitas Tanjungpura Pontianak (Untan) melakukan sebuah gebrakan dengan mengganti sistem verifikasi manual UKT atau Uang Kuliah Tunggal ke sistem verifikasi berbasis online. Proses transformasi ini dilakukan ketika Sistem informasi Akademik (SIAKAD) Untan sering terjadi gagal koneksi internet. Uang kuliah tunggal atau yang sering disebut UKT baru pertama kali hadir dan diterapkan di Untan pada semester gasal tahun ajaran 2013/2014. Kala itu UKT menggantikan pendahulunya yaitu Biaya Kuliah Tunggal atau BKT. Hal ini dilakukan karna dinilai UKT memiliki keuntungan yang tak dimiliki oleh sistem pendahulunya berupa subsidi silang. Maksud dari subsidi silang adalah mahasiswa yang memiliki kemampuan ekonomi lebih baik akan membayar biaya perkuliahan lebih besar dari pada mahasiswa yang memiliki kemampuan ekonomi di bawah standar, setidaknya begitulah kajian teoritisnya. Berdasarkan pada pembedaan hal tersebutlah maka diperlukan adanya verifikator agar besaran biaya yang ditanggung oleh mahasiswa sesuai dengan kondisi ekonominya. Sejak awal mula diterapkan pada 2013 silam hingga semester gasal tahun ajaran 2015/2016, Untan memverifikasi kemampuan ekonomi mahasiswa dengan tatap muka. Sehingga hal tersebut menimbulkan banyak kesulitan. Terutama ketika calon mahasiswa baru (camaru) diharuskan datang dari kampung halaman hanya untuk memenuhi proses verifikasi yang berada di wilayah Untan. Hal ini membuat Untan …

0 0

mimbaruntan.com, Untan— Kurangnya sosialisasi penyamarataan Uang Kuliah Tunggal (UKT) menuai kekecewaan bagi mahasiswa lulusan seleksi mandiri. Menanggapi serentetan keluhan mahasiswa dari ketidaktahuan informasi mengenai penyamarataan UKT 5 bagi lulusan tes jalur mandiri hingga kesalahan dalam pengisian data online, tim Mimbar Untan berusaha menemuni Heri Setiawan selaku staff bagian keuangan disela kesibukannya. Ia mengatakan bahwa sebelumnya pemberitahuan untuk mahasiswa yang lolos jalur mandiri mendapatkan UKT 5 telah di sebarkan di website SCMB Untan, “info itu sudah kita share di SCMB Untan,” ujarnya.  Namun ketika tim reporter menelusuri website SCMB Untan, tidak ditemukan informasi terkait hal tersebut. “Saya baru tahu penyamarataan UKT lima bagi mahasiswa mandiri dari teman saya setelah lulus seleksi mandiri,” ungkap Tia mahasiswa FKIP Untan 2016. Terkait kesalahan dalam pengisian data online, menurut Heri sistem tidak langsung memverifikasi namun ada beberapa pertanyaan untuk memastikan data yang dimasukkan sudah benar, ia juga menambahkan apabila dalam pengisian data sudah selesai dan telah terferivikasi namun ternyata ada beberapa kesalahan maka akan diberi pemberitahuan. “Masih bisa diperbaiki, kalau udah terferivikasi pun ternyata masih salah kita sudah mengirim pemberitahuan melalui e-mail dan sms,” lugasnya. Heri mengatakan kesalahan dalam pengisian berkas online yakni kebanyakan mahasiswa mengisi berkas tidak sesuai, sehingga verifikator selalu memberikan peringatan apakah …

0 10

mimbaruntan.com, Untan— Uci merasa kaget ketika mengetahui Uang Kuliah Tunggal (UKT) mahasiswa Jalur Mandiri justru lebih mahal dari pada biaya kuliah Perguruan Tinggi Negeri pilihan sebelumnya. ”Orang tua belum tau kalau saya dapat UKT 5, saya takut orang tua saya kepikiran, karena UKT-nya besar dan orang tua saya tidak mampu,” lirih Uci Lusiana mahasiswa asal Fakultas Teknik Untan angkatan 2016. Sejak diterapkan UKT pada tahun ajaran 2013/2014 yang dianggap sebagai solusi bagi mahasiswa kurang mampu, ternyata menuai kekecewaan. Secara sederhana UKT merupakan teori subsidi silang  yang berdasarkan pada kondisi ekonomi dan sosial orang tua/wali mahasiswa bagi mahasiswa yang berasal dari keluarga mampu, membantu mahasiswa yang tidak mampu. Namun penerapan teori tersebut tidak sesuai harapan dan masih ada ditemukan beberapa mahasiswa yang merasa dirugikan dari sistem UKT. UKT merupakan  biaya kuliah tunggal yang ditanggung setiap mahasiswa per semester, yang sudah disubsidi oleh pemerintah. Setiap mahasiswa yang melakukan pembayaran, biaya yang dikeluarkan tidak sama, semua bergantung pada kemampuan perekonomian keluarga. Pada tahun 2016 mahasiswa yang lolos seleksi mandiri mendapat penyamarataan UKT 5. Beberapa mahasiswa Untan mengatakan tidak mengetahui adanya akan hal ini,  adapula yang mengeluh lantaran biaya kuliah yang harus di tanggung tiap semester tidak sesuai dengan penghasilan orang tua mereka. Rasa …

0 10

mimbaruntan.com, Untan— Tempo Institute bekerja sama dengan Free Press Unlimited (FPU) mengadakan kegiatan Peningkatan Kapasitas bagi Jurnalis Khusus untuk Laporan Investigasi  di Gedung Kompas Pontianak, Sabtu (10/06). Acara ini dihadiri oleh Yosep Suprayogii sebagai pemateri. Rangkaian kegiatan ini diawali dengan pengenalan program Investigasi Funds,  diskusi Jurnalisme Investigasi, dan ditutup dengan agenda berbuka bersama Jurnalis, Penulis Lepas, Blogger dan Pers Mahasiswa. Yoseph selaku redaktur eksekutif Tempo menjelaskan karakteristik berita investigasi terletak pada angel siapa. “Berita investigasi  itu siapa yang bertanggung jawab, siapa bermain, atau siapa yang diuntungkan. Sementara bagaimana itu terjadi merupakan liputan mendalam,” ujarnya, Sabtu (10/06). Ia juga menambahkan pentingnya penulisan berita investigasi, mengingat hari ini media lebih banyak menampilkan berita peristiwa.  “Kalau teman-teman mau meliput tentang banjir, semuanya kebanyakan menulis berita peristiwa. Alangkah mubazirnya energi yang dihabiskan karena walau angel sama pena berbeda, tetap 5W+1H nya sama aja. ”tambahnya. Fidya  satu diantara peserta yang hadir mengungkapkan kebahagiaannya karena  lewat kegiatan ini ia mendapatkan ilmu baru terkait berita investigasi. “Ini pertama kalinya  dan seru. Selain kita bisa ketemu dengan jurnalis dan penulis lain, kita juga bisa dapetin ilmu tentang berita investigasi. Selama ini kan cuma tau tentang straight news, feature, jak,” ungkapnya.   Penulis : Sekar A.M. Editor : Umi

0 5

mimbarunan.com, Untan – Pesta demokrasi mahasiswa Fakultas Pertanian (Faperta) Untan yang setiap tahunnya rutin digelar pada bulan Juni, tampaknya tak sesuai rencana tahun ini. Pasalnya, pelaksanaan Pemilihan Raya Mahasiswa (Pemirama) tahun 2017 akan dilaksanakan pada bulan September mendatang. Hal ini dikarenakan kepengurusan periode BEM 2015-2016 tidak melaksanakan Sidang Umum Keluarga Besar Mahasiswa (SUKBM). Atas hal tersebut Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Faperta mengeluarkan kebijakan untuk memperpanjang Surat Keputusan (SK) kepengurusan sampai bulan september demi mengatasi molornya pelaksanaan Pemirama. Kebijakan tersebut direspon oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dengan mengikutsertakan delegasi masing-masing pada sosialisasi di ruang anggrek 2, Faperta. Dalam sosialisasi tersebut membahas terkait perpanjangan SK kepengurusan BEM dan DPM serta perkembangan Pemirama.  Rabu (7/6). Taryo Rizkiansah, ketua DPM periode 2016-2017 menjelaskan diadakannya rapat untuk memberikan penjelasan terhadap permasalahan kampus yang sedang terjadi. “Hari ini kita mengadakan rapat semua UKM, HMJ dan BEM terkait masalah Pemirama yang akan dilaksanakan bulan September,” ungkap Taryo ketika ditemui reporter seusai rapat. Ia menambahkan bahwa dalam rapat tersebut sudah didapatkan benang merah beserta solusi ke depannya. “SK diperpanjang pada bulan September hanya untuk Pemirama saja, tidak ada pembuatan Progja baru dan sebagainya,” jelasnya. Ia juga berharap agar kedepannya …

0 14

mimbaruntan.com, Untan – Hutan merupakan paru-paru dunia dan Indonesia merupakan salah satu negara tropis yang memiliki wilayah hutan terluas ketiga di dunia. Berdasarkan data Badan Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) tahun 2010, hutan dunia menyimpan 289 Gigaton Karbon dan memegang peranan penting dalam menjaga kestabilan iklim dunia. Namun, berdasarkan catatan Kementerian Kehutanan Republik Indonesia, sedikitnya 1,1 Juta Ha atau sekitar 2% hutan di Indonesia menyusut setiap tahunnya. Dari sekitar 130 Juta Ha hutan yang tersisa di Indonesia, 42 Juta Ha diantaranya telah habis ditebang. Ancaman terbesar terhadap hutan yang ada di Indonesia yaitu penebangan liar, alih fungsi hutan, kebakaran hutan, serta eksploitasi hutan secara tidak lestari. Pada tanggal 5 Juni setiap tahunnya diperingatilah Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Dimana pada tahun 2017, Generasi Baru Indonesia (Genbi) Komisariat Untan yang bekerja sama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) setiap fakultas dan beberapa komunitas pemerhati lingkungan melakukan penanaman enam jenis pohon di sembilan fakultas yang ada di Untan, Senin (5/6). Enam jenis pohon yang ditanam yaitu Meranti, Gaharu, Bintangur, Pucuk Merah, Belian, dan Sengon. Menurut Kepala Bidang Lingkungan Hidup Genbi Untan, Alponsus Alpiadi, pemilihan tanaman hutan selain agar masyarakat sadar bahwa tanaman hutan dapat dimanfaatkan juga untuk menyelamatkan hutan yang saat ini terancam. “Biar …

0 5

Mimbaruntan.com, Untan – Organisasi mahasiswa ekstra kampus, HMI, PMII, dan KAMMI  menyelenggarakan buka puasa bersama sekaligus silaturahmi serta mengadakan agenda diskusi. Diskusi tersebut mengangkat tema “Bersama Aktivis Muslim, Merajut Ukhuwah Islamiyah dalam Bingkai Kebangsaan” di Taman Digulist. (6/6). Momentum bulan ramadhan ini merupakan kesempatan aktivis mahasiswa muslim menjalin hubungan silahturahmi antar sesama. Dalam hal ini HMI, PMII, dan KAMMI sebagai pemantik awal mencoba mengupas masing-masing kader aktivis yang ada di Untan. Kegiatan ini dihadiri oleh kader-kader dari PMII Komisariat Untan, KAMMI Komisariat  Untan, dan HMI Komisariat Untan. Nauval selaku Ketua KAMMI Komisariat Untan, mengungkapkan tujuan diadakannya kegiatan ini yaitu untuk menerapkan Ukhuwah Islamiyah demi menunjukan bahwa kita adalah satu. “Pada dasarnya kita pertama menerapkan ukhuwah islamiyah, harus ada ikatan dari PMII, KAMMI dan HMI sendiri menunjukan bahwa kita adalah satu, satu dalam artian melakukan pembelaan islam,” ungkapnya Dalam hal ini ia juga menyampaikan pendapatnya mengenai permasalahan yang ada di Kalbar, banyak terjadi di tahun ini atas dasar perbedaan pemahaman sehingga terjadilah berbagai konflik. ”Kita juga tahu bahwa di Kalbar ini sering terjadi konflik-konflik berkaitan isu agama, maka di kampus inilah, dimana Untan ini merupakan kampus terbesar di Kalbar, dipelopori organisasi mahasiswa islam, kita merajut persaudaraan agar tidak ada pecah belah,” lanjut …

0 14

mimbaruntan.com, Untan– Dalam rangka memperingati hari lingkungan hidup sedunia yang jatuh tepat pada 5 Juni 2017, Generasi Baru Indonesia (GenBi) Untan mengadakan aksi penanaman pohon, Senin (05/06). Kegiatan yang melibatkan GenBi Kalbar, GenBi Untan, dan perwakilan BEM dari setiap fakultas ini dilakukan di sembilan titik fakultas Untan. Alponsus Alpiadi selaku Kepala Bidang Lingkungan Hidup GenBi  mengatakan,  kegiatan penanaman pohon ini bertujuan untuk membuka pikiran generasi muda mengenai pentingnya menjaga lingkungan. “Kita sadar pohon mampu menyerap karbondioksida dan menghasilkan oksigen. Kalau generasi muda punya kesadaran terhadap pohon, secara tidak langsung kita dapat merubah iklim,” ujarnya, Senin (05/06). Ia berharap, kegiatan ini kedepannya tidak hanya dilakukan oleh GenBi saja, tetapi juga oleh seluruh generasi muda. “Semoga hal yang dilakukan hari ini bukan cuma dilakukan oleh anak GenBi tapi kalo bisa semua generasi muda, agar punya jiwa kepedulian terhadap lingkungan,” harapnya. Hal senada juga diungkapkan oleh Yuliana  selaku bendahara GenBi.  Ia mengungkapkan bentuk dukungannya karena  kegiatan penanaman pohon sejatinya dapat berdampak positif bagi lingkungan. “Bagus ya, soalnya dari Untan sendiri jarang nanam pohon. Dari penanaman pohon artinya kita kan nambah udara yang lebih berkualitas lagi,” ungkap mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis ini.   Penulis : Sekar Aprilia Maharani Editor   : A.Rahman    

0 72

Mimbaruntan.com, Untan – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Penelitian dan Penalaran Lingkar Ilmiah Studi Mahasiswa Untan (PP LISMA) menyelenggarakan diskusi ilmiah Sabtu (3/6). Dalam diskusi mengangkat tema “Strategi dan Inovasi Memecahkan Permasalahan Perbatasan Di Kalimantan Barat” yang dimulai pukul 10.00 WIB di Nineteen. Tibanya bulan Ramadhan dimanfaatakan sebagaian besar Organisasi Mahasiswa (Ormas) untuk membangun silahtuhrahmi antar mahasiswa agar saling mengenal. Tidak hanya buka bersama, tetapi ada juga yang membangun kebersamaan melalui diskusi ilmiah. Seperti diskusi ilmiah yang diselenggarakan oleh UKM Lisma sabtu lalu. diskusi tersebut dihadiri 36 mahasiswa dari berbagai fakultas di lingkungan Universitas Tanjungpura (Untan). Yang terdiri dari mahasiswa baru mahasiswa tingkat lanjut. Meiti Zahara selaku kepala kementerian keilmiahan mengaku baru pertama kali mengadakan diskusi ilmiah Lisma (Dilema) ini. Dalam diskusi ini ditujukan untuk melatih penalaran peserta sampai sejauh mana mereka bisa megeluarkan ide-ide yang kreatif dan inovatif dalam memcahkan permasalahan di suatu daerah. “Diskusi ilmiah dilakukan untuk menggali ide-ide dari seluruh anggota LISMA”, ungkapnya di sela-sela acara. Ia juga mengatakan hasil pelaksanaan diskusi ilmiah ini akan dijadikan sebuah karya ilmiah untuk diperlombakan ke ajang regional maupun nasional. “Outputnya menghasilkan suatu karya ilmiah yang nantinya akan dibuat poster ilmiah”, katanya. Ferdi, satu diantarnya peserta diskusi asal Fakultas Ekonomi dan Bisnis …

0 34

MENU

Back