Kopi


Oleh: Obi Samhudi

Hitam pekat dan bersekat

Jujur gelap, hanya indah saja ketika dipandang

Kusut meski, hendaknya teduh itu jangan ribut

Badai sekalipun tolonglah tetap tenang

Sebab aku belum tau caranya melupakanmu

Dalam diam duduk diantara dinding pemisah

Ada satu lobang kecil nan lusuh

Disitu aku mengenalimu lewat biola malamku

Dan dentingan itu membuat aku mengerti

Sebab aku belum tau caranya lari tanpa memegang tanganmu

 

Matamu itu !!!!

Hancur duniaku..

Aku tak bisa apa-apa

Cukup memandangi

Dan mengatakan aku adalah cahaya itu

Karena, sungguh aku tak tau

Tak tau mengenalimu tanpa memandang wajahmu

Previous Bendera Putih
Next Di balik harapan

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *