JANGAN MENYERAH


MASALAH, siapa yang tidak pernah mendengar satu kata ini? pasti kita sudah sering mendengarnyaa, terlebih sering mungkin, sampai-sampai kita tidak ingin berhadapan dengan yang namanya masalah. Setiap orang pasti mempunyai masalah dalam hidup, tidak ada orang yang sepanjang hidupnya tidak pernah mendapat masalah. Permasalahan itu datang untuk dihadapi, diselesaikan, diperjuangkan dan bahkan dinikmati, karena disisi inilah terletak warna kehidupan yang sesungguhnya.

Saat yang terjadi tidak seperti yang kita harapkan disaat itulah kita harus berkata kepada diri sendiri bahwa Allah sedang menyiapkan hadiah yang terindah untuk kita. Bukankah Allah telah berjanji dalam Qalam-Nya yaitu : “Karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan” (Qs Al-Insyirah 5-6). Jadi, untuk apa kita merasa takut dan putus asa saat masalah itu datang menghampiri. Seharusnya kita bersyukur karena itu tandanya Allah always care sama kita. Ujian itu Allah berikan untuk mengukur tingkat keimanan hamba-Nya. Apakah kita akan tetap bersyukur dan meningkatkan ketaqwa’an kepada-Nya atau malah menjadi kufur dan semakin menjauh dari-Nya.

Ada pepatah yang mengatakan, untuk dapat bersyukur lihatlah ke bawah dan untuk dapat semangat lihatlah ke atas. Itu artinya saat kita ingin mengeluh akan situasi yang sedang kita hadapi, lihatlah orang disekeliling kita yang mungkin tidak dapat menikmati hidup hari ini, dan saat kita mulai lemah menjalani hidup, lihatlah orang di luar sana yang selalu semangat menggapai cita-cita dan telah mencicipi nikmatnya kebahagiaan. Dengan begitu tidak ada kata menyerah dalam hidup kita, mari kita ingat firman Allah, yang satu in: Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih” (QS Ibrahim:7)

Saat masalah yang datang terasa begitu berat, ingatlah bahwa Allah selalu ada disamping kita. Dia dzat yang tak pernah lelah menjaga, mengawasi, dan menguatkan di saat kita lemah. Namun terkadang kita malah melupakan-Nya, meminta pertolongan kepada dzat-dzat lain yang bahkan tak dapat berbuat apa-apa. Jadi wajar saja jika banyak yang memilih untuk mengakhiri hidupnya saat ditimpa masalah-masalah kecil dalam hidup ini. Kita sebagai mahasiswa yang katanya kaum intelektual, harus bisa membangun mental dan Akhlak selayaknya pemuda muslim yang tangguh, jangan sampai baru dapat “E” saja sudah memutuskan untuk lompat dari gedung kampus. Cobalah untuk mencari hikmah dari sesuatu yang telah terjadi. Allah tahu sejauh mana batas kemampuan kita, mari ingat kembali firman_Nya : “Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai
dengan kesanggupannya.”
(Q.S. Al-Baqarah: 286).

Sekarang sudah mengerti kan? Oleh karena itu, mari jadi pribadi yang tangguh, selalu bersyukur dan pantang menyerah. Karena usia kita begitu berharga jika hanya dihabiskan dalam penyesalan. Tetap semangat karena Allah selalu ada. (Oleh : Tarbawi Fkip Untan)

Previous Mahasiswa dan Sistem Pendikan Indonesia
Next Batas

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *