Asrama Untan Lantik Anggota Baru


Oleh : Nabu Mj

Ruangan kecil berdinding putih agak pudar, dipenuhi suara tawa dan bisikan-bisikan dari pengurus, anggota, alumni, calon anggota 2011 dan calon anggota 2012 Asrama Untan. Tampak keakraban dan kegembiraan diraut wajah masing-masing mereka yang ada di ruangan asrama untan yang sederhana itu. Mereka berkumpul dalam agenda pengukuhan calon anggota 2010 menjadi anggota, (13/4).

Kegiatan ini adalah kegiatan tahunan yang dimana calon anggota menjadi anggota. Suara tawa dan bisikan-bisikan tadi pun mulai tidak terdengar lagi, setelah MC mengambil alih. MC pun membacakan rangkaian kegiatan yang akan dilaksanankan malam itu. Antara lain pembukaan, tilawah, kata sambutan ketua panitia serta pesan dan kesan dari angkatan 2012, 2011 dan 2010.

Hal ini pun dibenarkan oleh salah satu calon anggota yang akan dikukuhkan pada malam itu, Daeng Dhuha Lamanda angkatan 2010 mahasiswa Fakultas Kehutanan. “Hari ini kami akan dikukuhkan menjadi anggota Mahasiswa Asrama Untan yang dimana kami berjumlah 10 orang dengan angkatan yang sama, tetapi berbeda fakultas, dan jumlah yang tinggal disini 38 orang”, ungkapnya.

Daeng juga menuturkan, kesan yang saya rasakan adalah kebersamaan, disiplin, serta mudahnya jaringan atau link ke alumni. “Dimana kita diajarin disiplin dan saling menghargai sesama anggota serta menghormati yang lebih tua”, katanya lagi.

“Acara yang mungkin kami tunggu-tunggu adalah acara jam 12 malam yang buat kami penasaran, tetapi seperti biasanya tahun lalu mandi kembang yang dimana sebelumnya diconteng-conteng”, tambah Daeng Dhuha Lamanda sambil tertawa malu. Harapannya kedepan setelah menjadi anggota, agar bisa mengubah asrama menjadi lebih baik lagi dari disiplinnya lebih tegas, hubungan silahturahmi dari sekitar asrama serta alumni lebih terjaga. “Dalam hal ini juga prestasi akademik dan non-akademik lebih ditingkatkan supaya dosen lebih mengenal asrama Untan. Supaya kami pun tidak dianggap mengemis-ngemis untuk diperhatikan”, tambahnya.

Imbuhnya lagi, dosen pun banyak yang tidak mengetahui keadaan dan keberadaan asrama Untan. “Terutama gedung asrama, supaya bisa diperhatikan dengan baik. Karena keadaannya sangat memprihatinkan”, kata Daeng Dhuha Lamanda.[Editor: Ikur].

Previous MENGENAL BUDAYA TIONGKOK LEWAT PENTAS SENI
Next SBY juga punya account Twitter loh!

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *