Celoteh Bakso dan Es⃰ Penyambung Lidah


indexOleh  Mariyadi
mimbarutan.com, Sambas–Di sebuah perkampungan, saat itu matahari sedang tepat diatas kepala.  berkumpullah beberapa orang di Balai Desa itu, sambil bersantai-santai. Diantara mereka ada yang tua,  yang muda sampai yang kecil sekali.  Mereka  Menunggu kedatangan mamang tukang bakso. Tukang bakso yang selalu datang ke kampungnya menjual bakso dan es kepada mereka.
“ Kemana sich Mamang  ini kok ndak datang-datang ” ungkap Sukri resah.
“ Ia, tidak seperti biasanya, dia pasti datang setiap hari  ” kata Semi, geram.
“ kurang ajar mamang itu, ndak datang dia hari ini ” tambah Sukri.
“ ya, kita harus tau apa yang akan ia celotehkan hari ini ” sahut Semi Kembali.
“ kemarin ia katakan bahwa harga bawang naik, dan terpaksa dia menaikan bakso dan esnya” Ucap Sukri.
“ meskipun bakso dan esnya kadang tidak enak, dan kadang saya tidak habis memakannya, tapi rasanya saya rasa kurang rasa, jika tidak mendengar celotehnya” Dare Menyambung.
“ kemarin, ia telah berjanji ingin menyampaikan pesan kita, ke temannya yang dulunya tukang bakso es, menjadi pejabat nagara” Sukri menyahut.
“ ia, kemarin aku juga berpesan kepada mamang tukang bakso, untuk menyampaikan supaya harga Bakso dan Es⃰ turun.  Agar kita tidak perlu keluar uang banyak, untuk beli bakso dan es” tambah Seni.
“ tapi tadi aku baca, di pembungkus belacan ku, harga Bakso dan Es⃰ di sana sudah diturunkan kata presiden Bakso dan Es⃰ ”, tambah Dare.
“ ah mana itu saja dia bilang dari dulu, ndak ada realisasinya. Adanya  turun untuk di daerah dekat-dekatnya saja. Kita di sini pasti masih mahal. Pembuat bungkus belacan itu pun anak buah presiden Bakso dan Es⃰, mereka di kasi amplop, untuk makan bakso dan es yang besar dari presiden Bakso dan Es⃰.  Jadi  mereka bual-bualkan saja kita”, Jawab Sukri.
“ ia aku baca juga di pembungkus belacan ku yang baru keluar kemarin, para mahasiswa Bakso juga demo atas naiknya harga Bakso dan Es⃰ ” Kata Semi.
“ ah mahasiswa Bakso dan Es⃰ itu, menuntut uang saku untuk beli bakso dan esnya saja, bukan harga Bakso dan Es⃰ yang mereka ingin perjuangkan. Kalau sudah cair, mereka tidak akan demo lagi. Mereka tenang-tenang kuliah, pulang makan bakso dan es, pikiran mereka bakso es, bakso es melulu”.
Tiba-tiba tidak lama terdengarlah bunyi sendok yang di pukulkan ke mangkok berbunyi ting, ting, ting.
“Bapak-bapak, Ibu-ibu, Adek-adek, Kakek-kakek, Nenek-nenek, Abang-abang, Kakak-kakak yang saya hormati. Maaf saya terlambat saya ada pertemuan tadi mengenai harga Bakso dan Es⃰ dengan teman saya yang jadi pejabat” Ungkap Mamang tukang bakso.
“ ia tidak apa mang. Ambilkan bakso semua orang di sini mang, seperti biasa” jawab Sukri.
“ lalu apa celoteh kita hari ini Mang “ kata Semi.
“ wah sudah pada tidak sabar mendengar celoteh gila saya hari ini ya?”
“ ia…..ai…..ia…..” semua menjawab”
“ Harga Bakso dan Es akan segera turun Bapak-bapak, Ibu-ibu, Adek-adek, Kakek-kakek, Nenek-nenek, Abang-abang, Kakak-kakak yang saya hormati itu berkat teman saya yang dulunya mamang tukang bakso juga yang saat ini menjadi pejabat” Ungkap mamang Tukang Bakso.
“Hore-hore” semua menjawab.
“dan pembuat pembungkus belacan, kantornya, dibakar warga yang marah, karena mengisi gambar dan menulis tidak baik pada pembungkus belacan. Penulisnya  juga di cari dan pukuli. Mereka  tidak memakai 9 elemen menulis tulisan pembungkus belacan yang baik dan  benar. Mereka juga tidak suka kalau mereka memberi gambar dan tulisan tentang harga Bakso dan Es⃰. kata Mamang tukang bakso.
Mereka mendengar dan meyimak, semua tenang, mendengar Celoteh Mamang tukang bakso
Hari ini kita makan gratis Bakso dan Es⃰  Bapak-bapak, Ibu-ibu, Adek-adek, Kakek-kakek, Nenek-nenek, Abang-abang, Kakak-kakak yang saya hormati karena teman saya memberi Bakso dan Es⃰ pada kita yang lapar dan haus,” tambah Mamang bakso.
“ hore-hore mantap, hidup bakso dan es Hidup Mamang,” semua menjawab.
“ lalu bagaimana dengan mahasiswa, apakah mereka masih suka makan bakso es dan masih mau memperjuangkan harga Bakso Es⃰?” Sukri bertanya.
“ Mungkin, hahaha” jawab Mamang tukang bakso.
“ Hidup Mamang, Hidup bakso, Hidup Penyambung Lidah kami,” semua menjawab.

(   ⃰  Bakti Sosial )
(  ⃰  ⃰  Ekonomi Sejahtera)

Previous LUKA TERINDAH
Next Sejumlah Hima FKIP Untan Harus Tetap Adakan Pengkaderan

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *