GMUD Tuntut Transparansi Pemilihan Calon Anggota KPU


GMUD saat berorasi di halaman KPU Kalbar
GMUD saat berorasi di halaman KPU Kalbar

 Oleh: Riko Saputra

mimbaruntan.com, Pontianak– Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Untuk Demokrasi (GMUD) berdemonstrasi di Bundaran Digulist Untan dan berorasi di halaman kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) provinsi Kalimantan Barat, Jumat (22/11). Aksi ini sebagai bentuk tuntutan agar KPU meninjau ulang pemilihan 10 calon anggota KPU dan kurangnya transparansi proses penilaian calon anggota KPU oleh tim seleksi ( timsel ) KPU Provinsi Kalimantan Barat.

“Kami menilai tahapan proses pemilihan calon 10 anggota KPU sangat tidak transparasi serta subjektif dalam KPU provinsi, kabupaten dan kota. Kami banyak menemukan kejanggalan-kejanggalan misalnya dari beberapa tim seleksi kami meragukan kredibilitas dan profesionalitas sebagai tim seleksi yang mana ada beberapa orang yang tidak mengetahui undang-undang pemilu seperti kontraktor dan guru ngaji,” ungkap korlap GMUD saat menyampaikan aspirasinya di halaman Kantor KPU Provinsi Kalimantan Barat.

Dalam aksinya GMUD meminta agar ketua KPU Provinsi Kalbar Umi Ridiyawati menjelaskan pemilihan 10 calon Anggota KPU yang dipilih oleh tim seleksi KPU. Umi memberikan penjelasan bahwa proses pemilihan 10 calon anggota KPU oleh tim seleksi sudah sangat jelas dan sangat transparan. Proses penetapan 10 nama calon anggota KPU oleh tim seleksi sudah sangat jelas prosesnya, yang mana dari proses penjaringan timsel, penetapan timsel kemudian timsel itu sendiri yang bekerja itu juga melibatkan partisipasi publik. “Kami dari KPU Provinsi Kalbar sudah berusaha setransparan mungkin dalam proses penjaringan tim seleksi termasuk dalam proses seleksi yang dilakukan oleh kabupaten dan kota masing-masing. Tahapannya sudah sangat jelas adanya proses pengumuman kemudian tanggapan dari masyarakat yang mana merupakan bagian dari transparansi, masyarakat diberikan seluas-luasnya untuk memberikan masukan lalu masukan tersebut menjadi bahan pertimbangan dari pihak tim seleksi,” jelas Umi.

“Kami dari KPU tidak mencampuri dan tidak mengintervensi tim seleksi dalam melaksanakan tugasnya sampai tim seleksi tersebut memutuskan 10 nama tersebut,” tambahnya lagi.

Previous FKIP Wisuda 4 Kali Setahun, Jangan Sampai Menghilangkan Khusyuknya
Next Himbasi Kampanyekan Bahasa Lewat Rangkaian GBB

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *