American Corner Untan adakan Workshop Film Dokumenter


Amcor untan

Oleh Galih Pramono

Mimbaruntan.com—Sabtu, (08/02), sebanyak 80 peserta dari berbagai lintas profesi di Kalimantan Barat menghadiri kegiatan workshop film dokumenter yang diadakan American Corner (Amcor) Universitas Tanjungpura (Untan), bekerja sama dengan kedutaan Amerika. “Amerincan Corner yang bekerjasama dengan kedutaan Amerika mendatangkan para ahli-ahli dengan beraneka ragam bidang dan latar belakang profesi untuk memberikan cakrawala berfikir yang lebih luas bagi mahasiswa dan pelajar SMP dan SMA serta publik, sehingga terus termotivasi untuk berkembang,” ungkap Stella, Direktur Amcor Untan saat di wawancari seusai kegiatan di gedung Amcor Untan.

Stella menuturkan bahwa program ini diberikan karena American Corner Untan memiliki pengunjung dan perogram tertinggi di Indonesia selama dua tahun berturut-turut. Oleh karena itu mereka datang menawarkan kepada American Corner untuk menjadi tuan rumah. Kemudian Amcor juga mencari serta memfasillitasi orang-orang yang mau mendengarkan hal ini. “Pada hari ini ada presentasi 2 film kepada mahasiswa dan umum. Kumudian Amcor juga akan mengadakan program workshop 2 hari bersama orang-orang yang telah diundang kedutaan, yang bergerak dibidang pertelevisian dan media-media yang sudah menggunakan film dalam pekerjaan sehari-hari,” ujarnya

Antusiasme yang tinggi diungkapkan oleh beberapa peserta, Zainur dari komunitas fotografi mengungkapkan bahwa kegiatan ini dapat memotivasi agar masyarakat lebih peduli terhadap keadaan sekitar. “Intinya Film dokumenter bukan hanya sekedar membuat film, tapi bagaimana kita akan memulai membuat film dokumenter dan kita tahu bahwa sebenarnya film tersebut adalah bukti yang ada sekarang dan itu akan terjadi dengan sendirinya dimasa-masa mendatang,” ucap Zainur

Hal serupa juga di ungkapkan Tajoel Anshor. Ia mengungkapkan bahwa kedatang narasumber yang merupakan sutradara ini bisa menggugah kita, apalagi datang langsung dari Amerika. “Jarang-jarang kan ada sutradara atau film maker dari negara kita. Jadi kedatangan mereka ini sudah sangat membantu sekali, ya kita harus berterima kasih kepada Amcor, Untan, dan Kedutaan Besar Amerika Serika,” ujar Tajoel.

“Intinya bagaimana kita bisa menghargai keadaan sekitar, kita harus sensitif dengan keadaan lingkungan, kemudian melihat bisa gak sih dibuat film karena kan kita punya kehidupan masing-masing dan kehidupan itu punya keunikan masing-masing dan mungkin bisa kita ambil. Jadi mereka memberitahu kita bagaimana kita harus sensitif dengan keadaan dan melihat potensi yang bisa dibuat film,” kata Tajoel.

Previous Just how to Compose an Exploratory Essay with Test Forms
Next Example Essay Topic Suggestions

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *