Ternyata Buah Cempedak Kaya Akan Manfaat


Mimbaruntan.com,Untan- Buah cempedak adalah tanaman buah-buahan dari famili Moraceae. Buah ini memiliki rasa yang manis dan mirip seperti buah nangka, buah ini banyak terdapat di Kalimantan Barat. Di Pontianak, ketika musim cempedak tiba kiat akan sering menjumpainya di tepi jalan untuk dijual masyarakat setempat. Buah ini bukan hanya dapat dimakan secara langsung, namun dapat juga dijadikan makanan olahan.

Buah ini hampir seluruh bagian buahnya dapat dimakan, Daging buah biasanya dimakan dalam keadaan segar. Namun, ada pula yang menggorengnya seperti pisang atau mengolahnya menjadi kolak dengan menambahkan santan dan gula. Buah ini enak bila sudah matang.

Kulit cempedak juga sering dikonsumsi oleh masyarakat Desa Inggis, Kabupaten Sanggau, yang dikenal dengan sebutan tebodak. Sebelum diolah, masyarakat setempat mengupas bagian luar kulit sehingga tampak putih, kemudian membersihkannya. Setelah itu digulai dengan garam dan tebodak digoreng, setelah digoreng tepodak pun siap diolah sesuai dengan selera Anda. Biasanya masyarakat Inggis menyambal tbodak yang telah digoreng dengan ikan teri.

Daun muda cempedak biasanya juga banyak digunakan sebagai sayuran. Biji buahnya enak disantap setelah diolah, digoreng, atau direbus seperti biji nangka. Di Malaysia, akarnya digunakan sebagai campuran jamu tradisional untuk perempuan yang baru melahirkan.

Beberapa manfaat dari cempedak ini antara lain adalah sebagai berikut :

  1. Cempedak membantu menyehatkan mata, mengingat kandungan vitamin A-nya cukup tinggi, yaitu sekitar 200 SI per 100 gram. Vitamin A berperan dalam menjaga agar kornea mata agar selalu sehat.

 

  1. Mengandung vitamin C yang lebih tinggi daripada nangka, dan mengandung serat pangan (dietry fiber) yang cukup tinggi untuk membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan dan menekan angka kolesterol dalam darah.

 

  1. Kulit batang cempedak mengandung komponen yang dapat membantu mencegah tumor dan malaria. Dan senyawa utama heteriflavon C yang dapat menghilangkan parasit penyebab malaria hingga 100 persen.

 

Penulis Umi Hana Yana, Mahasiswi Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura.

Incoming search terms:

  • mimbar untan selamatkan pangan kita dari bahaya racun akibat pupuk kimia
Previous Perpustakaan FISIP “Sumbangan atau Permintaan”
Next Dukung Kesadaran Pajak Sejak Dini,FK.Ekonomi Gelar seminar Tentang Pajak

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *