Tanpa Kemerdekaan Pers Kebenaran Dimonopoli


mimbaruntan.com,Untan—Mantan wakil Dewan Pers Nasional Sabam Leo Batubara berkesempatan hadir dalam acara “Workshop Jurnalistik Mahasiswa” yang diadakan di Graha Pena Pontianak Post kamis (26/2). Dalam kesempatan tersebut Leo memaparkan kepada mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kalimanatan Barat mengenai pentingnya menjaga kemerdekaan pers untuk mencerdaskan masyarakat.

“Kalau tidak ada kemerdekaan pers maka jika fakta itu salah  maka kesimpulannya pasti salah, tetapi kalau ada kemerdekaan pers membuat anda berpendapat atau menarik kebijakan bisa dengan tepat kalau faktanya cukup benar dan berimbang,” ujar sabam dihadapan peserta seminar lantang.

Ia juga mengatakan dijaman orde baru pejabat hanya ingin mendengar kabar yang hanya memuji kinerjanya sehingga rakyat menjadi tersesat dalam mengambil suatu kesimpulan. “Negara tanpa kemerdekaan pers seperti orde baru yang berwatak memonopoli kebenaran dia (Pejabat) hanya mau mendengar koran yang memuji-mujinya, maka dari segi ilmu logika itu tidak  memenuhi persyaratan. Justru kalau ada kebebasan pers seperti sekarang pers akhirnya menyedikan informasi yang akhirnya anda dapat menarik kesimpulan yang benar,” ungkapnya saat ditemui disela-sela acara.

Tidak hanya Sabam Leo yang hadir sebagai pembicara, saat itu hadir juga Muhammad Ridlo Eisy Ketua komisi pengaduan dan penegakan etika pers, dan Jimmy Silalahi anggota Dewan pers yang memaparkan peran dan fungsi pers nasional maupun pers kampus.

Jimmy Silalahi sangat mengapresiasi peserta yang hadir menurutnya apa yang diberikan Dewan pers ia harapkan dapat diimplemtasikan untuk menuju pers profesional bagi yang berkeinganan menjadi seorang jurnalis. “Kami berharap  mudah-mudahan pers mahasiswa ini  dapat tetap kuat dalam menghadapi masalah  karena pasti setiap tahun problem-problem yang menenyertai  eksistensi pers mahasiswa akan semangkin banyak, salah satu ciri jurnalis adalah tahan terhadap masalah diharapkan  bisa survive di dalam kondisi yang ada.” ujarnya.

“Penting sekali sebagai modal dasar untuk menjadi pers profesional karena ke depannya SDM(Sumber Daya manusia-Red) pers mahasiswa akan menjadi regenerasi berikutnya dalam mengambil alih tongkat estafet dari para SDM pers nasional saat ini,” imbuhnya kepada mimbar untan.

Reporter: Evan, Iman

Editor: Irvan

 

 

Previous Leo Batubara: Masyarakat Cerdas dengan Wartawan yang Cerdas
Next Negosiasi Terkait Izin Acara Mimbar Bebas

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *