Negosiasi Terkait Izin Acara Mimbar Bebas


mimbaruntan.com, Pontianak-Empat mahasiswa dari perwakilan Aliansi Mahasiswa Khatulistiwa mendatangi Polresta Pontianak pada Jumat siang (27/2). Kedatangan mahasiswa tersebut bertujuan untuk beraudiensi ke Kasat Interkam mengenai permohonan izin pelaksanaan kegiatan Mimbar Bebas di bundaran Digulist Untan yang akan diikuti oleh seluruh organisasi pergerakan mahasiswa Kalimantan Barat. Kedatangan mereka disambut baik oleh Kasat Interkam Polresta Pontianak.

Ketika menyampaikan tujuan kedatangan dan konsep acara dari beberapa mahasiswa, pihak kepolisian kurang mendukung acara tersebut karena menurut Kasat Interkam untuk acara seperti aksi dan demonstrasi tidak boleh dilaksanakan pukul 18.00 keatas. “kami menyarankan kepada adek-adek mahasiswa untuk melakukan kegiatan tersebut pada siang hari jangan malam hari,” Ungkap Kasat Interkam Polresta Pontianak.

Menurutnya Jika ketika malam hari kegiatan tersebut dilaksanakan bukan berlokasi di Bundaran Digulist, pihak kepolisian tidak keberatan. Bundaran Digulis merupakan lokasi yang sangat ramai dan rawan kemacetan ketika malam, serta untuk jumlah personil kepolisaian yang mengamankan juga sedikit karena banyak anggota yang ditugaskan di berbagai daerah di Pontianak.

Setelah bernegosiasi antara mahasiswa dengan pihak kepolisian, terkait perizinan terpaksa diberikan namun sampai pukul 22.00 WIB dan pihak kepolisian tidak bertanggung jawab jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

Dayat selaku perwakilan dari Aliansi Mahasiswa Khatulistiwa yang juga merupakan anggota Solmadapar merasa sedikit kecewa dengan keputusan yang diberikan oleh Kasat Interkam, “saya sedikit kecewa dengan izin yang diberikan, karena batas waktu hanya sampai pukul 22.00 WIB. namun tidak mengapa, dari pada tidak diizinkan sama sekali,” ungkap Dayat.

Fiqri selaku perwakilan Bem Fisip Untan juga menegaskan bahwa bersedia bertangung jawab atas keamanan ketika acara digelar. Menurutnya acara tersebut merupakan aksi damai yangmana tidak mengakibatkan daerah bundaran menjadi kacau, “kami dari berbagai OKP di Kalbar sudah berkomitmen untuk saling menjaga keamanan dan masing-masing ketua OKP tersebut juga bersedia bertanggung jawab jika terjadi kekacauan,” pungkas Fiqri.

Reporter : Riko

Previous Tanpa Kemerdekaan Pers Kebenaran Dimonopoli
Next Tulis-Menulis di Kalbar Berkembang Pesat

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *