Tanam Pohon di Lahan Kritis Pasca PETI


mimbaruntan.com-Sejumlah mahasiswa Fakultas Teknik angkatan 2014 bersama Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) HIBER (Hijau Bersih) Untan melakukan penanam pohon di atas lahan kritis pasca Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Mandor. Penanaman pohon tersebut dimaksud untuk merehabilitasi lahan agar lahan tersebut tidak menjadi gersang.

“Penanaman pohon ini bukan sekadar merehabilitasi lahan tapi ingin memberikan dampak positif kepada masyarakat. Seperti dampak ekonomis, jadi masyarakat tidak hanya mendapat dampak ekologis saja tapi dampak ekonomisnya juga,” ujar Brian selaku ketua panitia kegiatan, Selasa 25 Agustus 2015.

Brian mengungkapkan penanaman ini merupakan Program Hibah Bina Desa (PHBD) yang mereka ajukan ke Direktorat Kementrian Perguruan Tinggi Negeri. Dia juga berharap agar warga sekitar bisa menanam di lahan mereka sendiri. “Jadi kami berharap warga bisa mencontoh dari lahan ini, karena lahan ini juga bisa menjadi lahan percontohan,” ungkapnya.

Desa Mandor terdapat banyak sekali lahan yang kritis akibat PETI. Khususnya di Daerah Aliran Sungai (DAS) Mandor hampir lumpuh akibat aktivitas yang dilakukan sejak masa lampau. Hal ini yang mendorong Brian dan kawan-kawan untuk melakukan penanam pohon tersebut.

Apa yang di lakukan Brian dan kawan-kawan, disambut antusias oleh kepala desa Mandor, Robert. Penananam pohon di desa Mandor bukan hanya sekali ini saja, namun sudah beberapa kali dilakukan. Tetapi dia berharap program ini tidak hanya sekadar sebagai simbolis, melainkan bisa berkelanjutan.

Robert juga mengatakan sangat sulit sekali mengubah pola pikir masyarakat setempat, sebab mereka sudah turun temurun menjadi penambang. “Dengan penanam pohon ini sedikit banyaknya bisa mengubah masyarakat yang dulunya bekerjanya pagi, sore menghasilkan uang,” ungkapnya.

Dia mengatakan dengan penanaman seperti ini, walaupun hasilnya tidak langsung bisa dirasakan tapi kedepannya bisa mengubah perilaku masyarakat secara pelan-pelan.

Penanam pohon ini juga melibatkan sejumlah kelompok pecinta alam, siswa-siswi di mandor dan masyarakat sekitar. Jenis tanaman yang di tanam berupa jenis kacang-kacangan, trembesi, durian, dan aneka pohon lainnya

Reporter : Imam

Editor : Riko Saputra

Previous Peace Jurnalism, Cegah Terorisme di Kalbar
Next PERPISAHAN

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *