GEMPA Akan Menyelenggarakan LKG Se-Kalimantan


mimbaruntn.com, Untan – Dalam rangka memperingati Hari Bumi Sedunia pada 22 April, Gerakan mahasiswa Pecinta Alam (GEMPA) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Untan, akan menyelenggarakan event Se-Kalimantan yakni ajang Lomba Kebut Gunung  (LKG)  ke – IX pada 20 sampai 24 April mendatang tepatnya di Gunung Bawang dengan ketinggian 1543 Mdpl, Desa Suka Bangun, Kecamatan Sungai Betung, Kabupaten Bengkayang.

Deni Putra Wijaya selaku ketua Panitia LKG mengatakan kawasan hutan di Gunung Bawang memiliki status sebagai Hutan Lindung, namun fakta yang terjadi saat ini kawasan Gunung Bawang mengalamai kerusakan lingkungan akibat aktivitas perusahaan, oleh karena itu dalam momentum memperingati hari bumi se-dunia, GEMPA mengajak seluruh komunitas Pencinta Alam (PA), Mahasiswa Pencinta Alam (MAPALA), Siswa Pencinta Alam (SISPALA), serta aktivis Lingkungan untuk berpartisipasi dalam aksi simpati untuk menyelamatkan bumi pada 22 April mendatang.

Ia menambahkan agenda yang akan diselenggarakan GEMPA diantaranya Lomba Kebut Gunung (LKG) 1543 Mdpl Kategori Putra dan Putri, Lomba Fotografi Alam (Keindahan Gunung Bawang), Penghijauan serta Seminar Wisata Budaya, dengan memperebutkan piala tetap Gubernur Kalbar dan Bupati Bengkayang, kamera serta uang tunai.

“LKG GEMPA FISIP Untan merupakan wahana bagi para pencinta alam, Komunitas, serta aktivis lingkungan untuk saling menjalin silaturahmi dan berkompetisi dalam sebuah kegiatan yang dikemas dalam bentuk LKG,” tambah Deni.

Dukungan dari pihak Fakultas pun diberikan penuh untuk kegiatan ini, seperti yang diungkapkan Sabran Ahyar selaku Wakil Dekan III. Ia sangat mendukung kegiatan yang akan diselenggarakan oleh GEMPA tersebut. “Itu sangat bagus sekali, itu adalah karya-karya yang Gentlemen dari mahasiswa FISIP sebagai penggerak, dan harus didukung semuanya, baik dari elemen masyarakat, didalam maupun diluar kampus yang memiliki kepentingan dalam pelestarian lingkungan”, ungkapnya, Selasa (5/4).

Penulis : Cindyta Rabilla
Editor : Isa Oktaviani

Previous Tidak Efektif Peminjaman Buku Dengan Sistem Tertutup
Next Mengedukasi Calon Guru Untuk Hadapi MEA

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *