Petang Rindukan Terang


Kelopak matanya
Senyumnya
Kurasa dia manusia yang paling beruntung telah dapatkan rindu daku
Namun setelah saya menggunakan akal budi
Menimbang dan memutuskan
Dalam ingatan
Bukankah dia manusia fajar sedangkan aku manusia malam? Kita tak akan bertemu pada titik terang
Semua tumpah pada padang perasaan
Semoga Tuhan berikan penenang

Karya : Pak Pok

Mahasiswa FKIP Untan prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia angkatan 2011

Previous Mawarku Menjadi Layu
Next Kosong

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *