Sastra Di Kalbar Tunjukan Geliatnya


Pergelaran Kalbar Berpuisi
Pergelaran Kalbar Berpuisi

mimbaruntan.com, Untan– Suasana sunyi di Makam Pahlawan Dharma Jaya, Kubu Raya, pecah saat puluhan penyair Kalbar membacakan puisi-puisinya. Acara yang bertajuk “Kalbar Berpusi” ini digagas oleh Komunitas Santri Jalanan (Sanja), komunitas anak santri yang bergelut di dunia baca-tulis.

Acara tersebut  dihadiri oleh beberapa penyair senior, yaitu Firmansyah, Nano L Basuki, Deddy dan Jimmy S Mudya. Menurut Afif acara Kalbar Berpuisi dimaksudkan untuk memperat tali silaturahmi antar Sastrawan di Kalbar. “Pertama mempererat tali silaturahmi, terutama antar sastrawan Kalbar, yang kedua untuk mempringati hari kemedekan Republik Indonesia,” kata Afif yang juga penggagas Komunitas Sanja, Sabtu (20/8).

Tidak hanya dimakam pahlawan, acara pembacaan puisi ini juga terdengar di Taman Digulist. Acara yang diberi nama Mimbar Kemerdekaan tersebut digagas oleh kumpulan pemuda yang ingin mengisi acara-acara bermanfaat dihari kemerdekaan RI. Menurut Abah Jailani seorang sastrawan sepuh di Kalbar mengatakan, bahwa ia sangat merindukan acara-acara pembacaan puisi seperti ini. Ia berharap acara tersebut dapat terus berkelanjutan. “Selama air kapuas mengalir, sastra di Kalbar akan selalu hidup,” ungkapnya saat membuka acara, Rabu (17/8).

Sastra di Kalbar terus menunjukan geliatnya, apalagi setelah terbentuknya organisasi sastra yang diberi nama Forum Sastra (Forsas) Kalbar. Menurut Ilham Setia selaku Ketua Forsas Kalbar mengatakan, bahwa perkembangan sastra di Kalbar saat ini secara kualitas sudah baik, namun secara kuantitas perlu diupayakan kembali. “Harus membangun banyak komunitas hingga tingkat Kabupaten/Kota, serta mempublikasikan Sastra Kalbar ke nasional maupun internasional,” kata Ilham , minggu (21/8).

Sementara itu, perhatian pemerintah terhadap sastra memang sangat minim. Hal tersebut dibenarkan oleh Sujiwo, anggota DPRD Kubu Raya. Ia berpikir sudah saatnya pemerintah memberikan penghargaan terhadap komunitas sastra seperti yang ada di Kubu Raya saat ini. “Paling tidak supaya bisa eksis, karya-karnyanya itu bisa digunakan anak sekolah atau pemerintah,” ucapnya saat menghadiri acara Kalbar Berpuisi.

 

Penulis : Irvan

Editor   : A.Rahman

Previous JARI Borneo Barat Adakan Seminar Hasil Analisis Anggaran
Next UKT Tertinggi Untuk Mahasiswa Jalur Mandiri

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *