Mahasiswa Prodi Mandarin FKIP Untan Adakan KKN di Desa Jawa Tengah


mimbaruntan.com, Untan – Belasan mahasiswa program studi (Prodi) bahasa Mandarin Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Tanjungpura (Untan) melakukan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Dusun Karya IV, Desa Jawa Tengah, Kecamtan Sui Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Minggu (20/11).

Kegiatan KKN ini merupakan kegiatan pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dengan pendekatan lintas keilmuan dan sektoral pada waktu dan daerah tertentu. Kegiatan tersebut dilakukan demi mewujudkan tri dharma perguruan tinggi yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN, Lily Thamrin mengatakan kegiatan KKN ini dilakukan agar mahasiswa mengetahui kehidupan bermasyarakat yang sesungguhnya. “Kegiatan KKN ini bagus sekali dilakukan untuk melatih mahasiswa turun ke masyarakat, jadi dengan begitu mereka juga bisa merasakan bagaimana cara memberikan kontribusi mereka kepada masyarakat setempat,” ujarnya.

Hal senada dikatakan Irwan selaku ketua kelompok, ia mengungkapkan bahwa dengan adanya KKN membuat mahasiswa membaur dengan masyarakat dan dapat bersosial dengan mereka. “Memang bagus kegiatan KKN ini, dari kampuskan mengadakan KKN supaye kite tu bisa membaur dengan masyarakat tempat kita KKN. Jadi kita tidak hanya sekadar pandai dalam bidang akademik saja tetapi juga harus pandai membaur dan bekerja sosial dilingkungan masyarakat,” tuturnya.

Ia menambahkan, selama tahun 2016 telah melakukan empat kali KKN. “Selama tiga kali berturut-turut kami melakukan KKN di Sungai Kakap dengan melakukan pembuatan artefak, sosialisasi di sekolahan dan kunjungan ke Panti Asuhan, dan yang terakhir ini adalah KKN di Dusun Karya IV, RT 003 / RW 004, Desa Jawa Tengah, Kecamtan Sui Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, dengan melakukan pembersihan parit,” tuturnya.

Menurutnya, KKN tahun ini hanya sebentar sehingga dirasakan kurang membaur dengan masyarakat. “Saya berharap KKN tahun depan ada penambahan menjadi enam kalilah, tapi ya benar-banar KKN ndak hanye sekedar buat-buat artefak, penyuluhan dah selesai. Tapi maksudnye KKN itu benar-benar bergabung dengan masyarakat,” pungkasnya.

Penulis : Dadang Ms

Editor : Isa Oktaviani

 

Previous Bahas Permasalahan UKM, BEM Untan Gelar Rakor
Next AIESEC Untan Utus Dua Mahasiswa Ikuti IYLC di Bogor

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *