Erdi, Sosok Dosen yang Mendapat Gelar “Killer”


Dosen Fisip Untan, Erdi
Dosen Fisip Untan, Erdi

mimbaruntan.com, Untan – Erdi (49) adalah sosok yang dikenal dengan julukan dosen Killer oleh mahasiswa Fisip Untan. Pria yang lahir di Bentunai 27 Juli 1967 ini sejak kecil memang sudah bercita-cita menjadi dosen. Saat ini, selain aktif sebagai dosen, ayah dengan empat anak ini juga menjabat sebagai Kepala Unit Pelatihan dan Pengembagan pada Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Penjamin Mutu (LP3M) Untan.

“Saya senang dianggap dosen killer yang tidak bisa dibayar dengan uang, dengan status tersebut mahasiswa yang berani mnegambil kelas saya adalah mahasiswa yang siap untuk menerima tantangan membaca buku, menulis paper, dan membuat review jurnal internasional,” ungkap Erdi saat ditemui di Kampus Fisip Untan (21/11/2016).

Menurutnya, killer hanya dimata mahasiswa yang tidak siap menerima tantangan. “Saya tidak pelit dengan nilai bilamana mahasiwa telah memenuhi standar kompetensi mata kuliah, mahasiswa yang benar-benar mau belajar biasanya memilih kelas saya pada LIRS mereka,” tambahnya.

Erdi mengaku sangat menghargai kritikan negatif dari mahasiswa atau figur-figur dosen yang lain. “Membuat saya mengetahui kesalahan saya dan akan mengubah saya menjadi manusia yang sempurna serta bisa memperbaiki kesalahan saya,” katanya.

Ia juga mengatakan bahwa dirinya sangat tidak menyukai mahasiswa yang berbohong. “Mahasiswa boleh salah tapi tidak boleh berbohong, kalau ketahuan saya tidak beri ampun,” tegasnya.

“Sukses itu harus direncanakan dan dibangun, Sukses itu harus diusahakan oleh karena itu ketika kita sudah menetapkan apa yang ingin kita capai, tinggal komitmen untuk melaksanakan apa yang kita capai, misalnya dispin, mahasiswa harus baca diluar kampus minimal dua jam, tapi bukan membaca screen tetapi membaca buku yang berhubungan dengan cita-cita atau keahlian atau bidang profesi yang ia ingin wujudkan untuk masa depannya,” jelasnya.

Delima salah satu alumni Fisip Untan mengatakan bahwa sosok Erdi bukanlah killer melainkan tegas. “Beliau dosen penguji skripsi saya, kalau saya sih beliau itu bukan killer melainkan tegas dengan tujuan agar mahasiswa displin dan menghargai kuliah dengan baik,” ungkapnya.

Mengenai sosok dosen yang satu ini, baca selengkapnya di tabloid Mimbar Untan edisi XIX/LPM/UNTAN/2017.

Penulis: Wiwin Suryani Jana

Editor  : A.Rahman

 

 

Previous Setelah Dicanangkan Dua Tahun, Bioma 2016 Gagal Terealisasi
Next Mahasiswa Ini Keluhkan Halaman UKM Untan yang Berlubang dan Tergenang Saat Hujan

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *