Bersama Artipena Wujudkan Kampus Bebas Narkoba

mimbaruntan.com, Untan – Aliansi Relawan Perguruan Tinggi Anti Penyalahgunaan Narkoba (Artipena) menyelenggarakan penyuluhan dan terapi anti rokok dan narkoba, Jumat (05/5).

mimbaruntan.com, Untan – Aliansi Relawan Perguruan Tinggi Anti Penyalahgunaan Narkoba (Artipena) menyelenggarakan penyuluhan dan terapi anti rokok dan narkoba, Jumat (05/5). Kegiatan ini berlangsung di Gedung Rektorat lantai 3 Universitas Tanjungpura (Untan) yang di ikuti oleh Rektor, dosen dan mahasiswa aktif Untan.

Penyulahan ini bertujuan untuk memerangi narkotika dan mengharapkan kampus yang bebas narkoba baik dari pemakainya, pengedarnya dan segala hal yang berhubungan dengan narkoba. Setiap tahun pengguna rokok dan narkoba di Kalimantan Barat (Kalbar) mengalami peningkatan, bahkan mahasiswa menjadi sasaran utama pengguna narkoba baik pria maupun wanita, sehingga menimbulkan kekhawatiran anggota Artipena.

“Kita berharap mahasiswa harus ngertiloh bahwa sekarang ini narkoba itu sudah merajalela sampai dikampus gitu. Harapan kami sebagai orang yang memang penggiat anti narkoba ini mahasiswa dapat kenal lah dengan narkoba bahaya narkoba dan bahaya rokok juga, sehingga dapat memerangi narkoba dan terwujud kampus yang bebas narkoba” ujar Rizalinda Sekjen Artipena.

Rizalinda menambahkan bahwa Artipena baru di bentuk dan terdiri dari beberapa perguruan tinggi diantaranya Politeknik Negeri Kesehatan (Poltekes) dan Yarsi. “Ada dosen dan juga ada mahasiswa diantaranya ada yang dari Hukum, Ekonomi, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (Mipa), Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP), Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip)” tambahnya.

Sabri selaku ketua UKM Narkoba Psikotropika dan Zat Adiktif (Napza) mengakui bahwa setelah mengikuti terapi rokok ini membuatnya merasa berbeda ketika kembali mengkonsumsi rokok. Ia menambahkan pada dasarnya rokok itu tidak baik untuk kesehatan dan membuat pengeluaran bertambah.

“Alhamdulillah ya setelah mengikuti terapi 30% ada perubahan mungkin belum bisa maksimal karena konsentrasi terbagi dan objek nya atau rokonya itu tidak seperti yang biasa dikonsumsi, sehingga perubahannya hanya sedikit, perubahannya yang saya rasakan ialah rasa rokok yang awal saya konsumsi berbeda setelah saya setelah merokok rasanya seperti hambar,” tuturnya.

 

Penulis : Sartika

Editor : Umi

Previous SAF Faperta Berlangsung Meriah
Next Isnawati : Pontianak Pengguna Narkoba Terbanyak

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *