Isi Liburan, Pemuda Ini Datangkan Jutaan Rupiah Saat Tes Jalur Mandiri


mimbaruntan.com, Untan – Penyelenggaran seleksi Jalur Mandiri Untan tahun akademik 2017/2018 nyatanya tidak hanya diikuti secara langsung oleh para peserta tes, namun juga beberapa pedagang yang mengambil untung dari adanya tes tersebut, Rabu (12/7). Berdasarkan pantauan reporter Mimbar Untan, sedikitnya terdapat dua pedagang yang memerjual belikan perlengkapan untuk mengikuti tes. Penghasilan yang didapat pedagang ini pun ada yang mencapai jutaan rupiah.

Bima remaja yang berasal dari Kabupaten Kubu Raya ini rela menghabiskan waktu untuk membantu orang tuanya menjual perlengkapan tes seperti pensil, penggaris ujian, penghapus, papan alas serta soal mandiri tahun sebelumnya. Ia yang mulai berjualan sejak pukul 06.00 WIB itu mengaku telah berhasil menjual ratusan bahan dagangannya. “Sampai sekarang sudah ratusan lah,” ungkapnya (12/7).

Tak hanya dari kalangan umum yang mengambil untung saat diadakannya seleksi tulis jalur mandiri, kalangan mahasiswa pun tak mau ketinggalan dengan membuka lapak di terotoar jalan Prof. Dr Hadari Nawawi.

Luis setiaji yang telah berpengalaman selama empat tahun mengatakan, tempat terbaik adalah persimpangan antara Fakultas Teknik dengan rektorat. “Menurut kami sih para peserta yang datang akan ngecek dulu ruangan tes lalu balik kesini untuk membeli perlengkapan,” jelasnya (12/7).

Ia yang mengepalai beberapa temannya ini mengaku kegiatan yang dilakukan tersebut untuk mengisi waktu libur. “Daripada liburan ndak jelas kan, mendingan jualan, lumayan gak hasilnye,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa bisa menjual hingga 70% dari stok yang  didapatkan langasung dari distributor dan dapat menghasilkan jutaan rupiah. “Sampe sekarang sudah sekitar 70% yang terjual dan pendapatan kotornya sudah sekitar 4 (juta/red) lah,” tandasnya.

Untuk papan alas ujian, ia dan rekannya menjual seharga Rp. 10.000-  15.000 sedangkan untuk penggaris berkisar antara Rp. 2000-5000 perbuahnya. Namun harga ini akan berbeda jika pembeli membeli perpaket dengan harga Rp. 15.000 – 35 000.

 

Penulis: Adi Rahmad

Editor  : A.Rahman

Previous Kebijakan Menteri Ini Dianggap Meresahkan, Aliansi Nelayan Kalbar Gelar Aksi
Next Raventino, Remaja Asal Bengkayang yang Tak Habis Semangat Untuk Berkuliah

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *