Pembekalan Tentang KKN Dilaksanakan, Ini Yang Mahasiswa Resahkan


Tarif parkir yang tidak sesuai peraturan ini meresahkan mahasiswa. (Foto: Miun/Suryansah)

mimbaruntan.com, Untan – Keluhan beberapa peserta pembekalan dan pelepasan Program pengalaman lapangan (PPL) dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Tanjungpura terhadap biaya parkir yang tak sesuai aturan. Kegiatan yang dilangsungkan di Auditorium Untan ini merupakan salah satu kegiatan yang wajib diikuti oleh mahasiswa FKIP Untan semester VII untuk mencapai gelar sarjana pendidikan.

Sebanyak 1.531 mahasiswa FKIP Untan yang mengikuti kegiatan tersebut. Dengan jumlah sebanyak itu membuat beberapa juru parkir memanfaatkan kesempatan ini untuk mendapatkan keuntungan berkali-kali lipat dari umumnya. Karena biaya parkir yang ditetapkan tidak sesuai dengan Peraturan Daerah nomor 4 tahun 2011 tentang Retribusi Jasa Umum.

Menurut Peraturan Daerah (Perda) Kota Pontianak nomor 4 tahun 2011 tentang Retribusi Jasa Umum, bahwa ketentuan tarif parkir motor (roda dua) sebesar Rp.1.000, mobil (roda empat) Rp.2.000 dan mobil (roda enam) Rp.4.000.

­Namun tarif parkir yang diterapkan oleh mahasiswa bervariasi. Mulai dari tarif 2000/motordan 3000/motor. Hal ini membuat mahasiswa FKIP kebingunan. Elman satu di antara mahasiswa FKIP Program Studi (Prodi) Pendidikan Kewarganegaraan yang mengikuti kegiatan tersebut mengaku pernah kesal terhadap tarif parkir tersebut. Ia terjekut ketika dipinta membayar tarif parkir sebesar Rp. 3000,-. Menurutnya hal tersebut sudah melanggar peraturan yang sudah dibuat.

“Di Audit saya tekejut kok ada tukang parkir itu, pas mau masuk ternyata diminta uang parkir, itu biasa pun seribu. Saya tekejut tuh mau masuk suruh bayar tiga ribu”, ungkapnya.

Ia juga menyayangkan maraknya pemungutan biaya parkir dan menurutnya hal itu tidak dapat dibenarkan. Menurutnya, Untan telah menyiapkan berbagai fasilitas termasuk keamanan, seharusnya pihak kampus dapat memberdayakan tim keamanan untuk menangani situasi ini.

 “Kok bise bayar gitu sementara audit milik Untan sendiri dan kegiatan tadi merupakan kegiatan milik Untan sendiri uda izin ugak tempat masa harus bayar”, tambahnya.

Hal yang sama terjadi pada Fajar mahasiswa Prodi Pendidikan Fisika. Ia terkejut ketika ditagih oleh tukang parkir di kawasan Auditorium Untan. Karena biaya parkirnya sangat berbeda dengan tarif yang ada di FKIP

“Pas kamek masuk, langsung parkir habis itu orang parkirnya langsung minta tige ribu”, kesalnya.

Penulis: Suryansah

Editor : Adi R.

 

Previous Merekam Masa Lalu
Next Soal Kebijakan Menteri Susi dan Aksi Nelayan, Ini Kata Erdi

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *