Meski Terkendala Ruangan, PKKMB FT 2017 Sesuai Harapan


Upacara pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Untan sekaligus pembukaan perkuliahaan Tahun Ajaran 2017/2018 dilaksanakan di lapangan GOR Untan, Senin (28/08)

mimbaruntan.com, Untan – Kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Fakultas Teknik (FT) tahun 2017 berjalan lancar meski sempat mengalami kendala serta menerima keluhan peserta saat pelaksanaan upacara pembukaan. Kegiatan berkonsep baru yang memasuki tahun ketiga ini berlangsung di Aula FT selama empat hari yang dimulai pada hari Senin (28/8) dan berakhir hari Kamis (31/8).

Kiki, satu di antara dosen FT yang sekaligus menjadi panitia mengatakan bahwa pengenalan kampus kepada mahasiswa baru sudah berjalan cukup baik dan sesuai dengan harapan pihak fakultas. “Kalau dari sisi pengenalan kampus rasanya sudah berjalan cukup baik. Kalau bentuknya seperti apa, sudah bagus atau belum tentu kita masih membuka kesempatan untuk model-model yang lebih baik. Tapi intinya sudah terpenuhi seperti apa yang diharapkan oleh pihak fakultas,” katanya, Rabu (30/8).

Ia juga menambahkan bahwa kendala dari kegiatan ini selain kurangnya ruangan juga waktu yang diberikan terbatas. “Jelas tidak mudah kita mengendalikan masa yang banyak, delapan ratusan menurut daftar absen. Kita perlu ruangan dan waktu. Karena sekarang kita sedang renovasi jadi ruangan itu terbatas. Kemudian kendala yang lain kita pengen banyak materi, macam-macam. Tapi waktu yang tersedia pendek, hanya empat hari,” pungkasnya.

Kiki berharap kedepannya tidak hanya pihak fakultas tapi juga mahasiswa bersama-sama mengevaluasi kegiatan agar lebih baik kedepannya. “Tentu banyak yang harus dievaluasi karena kita baru dua tahun full seperti ini sedangkan di tahun 2015 masih uji coba,” ujarnya.

Yusuf selaku Wakil Dekan III FT yang juga panitia PKKMB FT 2017 mengatakan bahwa kegiatan selama empat hari tersebut dijadwalkan full materi dengan mengedepankan asas humanis, transparatis, dan demokratis. “Full materi dijadwalkan. Ikuti garis besar Untan, tanpa kekerasan. Jadi kekerasan, peloncoan, dan bully ditiadakan.” ujarnya saat ditemui, Rabu (30/8).
Ia juga mengatakan meski belum maksimal namun sudah dapat dikatakan baik karena masih dapat diatasi. “Pasti ada hambatan. Walau pun belum maksimal namun bisa dikatakan baik. Karena jika ada perubahan jadwal masih bisa diatasi,” katanya.

Ia menekankan bahwa ospek itu tidak salah karena bertujuan untuk mengenalkan kehidupan kampus kepada mahasiswa, namun peloncoan didalamnyalah yang tidak baik. “Ospek itu supaya mengenalkan kehidupan kampus kepada mahasiswa. Karena yang salah itu bukan ospeknya, tetapi peloncoan didalam ospeknya”, pungkasnya.

Penulis: Nurfidya A.
Editor: Adi Rahmad

Previous Tanggapi Keluhan Maba, Dosen FT: Masing-Masing Kegiatan Sudah Ada Pengelola
Next Aksi Mahasiswa Peduli Untan Diwarnai Segel Pintu Ruangan BEM dan DPM Untan

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *