Merepresentasikan Musik ke Dalam Mitos, Reza Pentaskan Karya Musik Simbor Limbor

mimbaruntan,Untan – ”Salah satunya dikarenakan masyarakat zaman sekarang cenderung kemodern-modernan sehingga menganggap mitos itu tidak perlu di dalam kebudayaan mereka, mitos hanya dianggap sebagai khayalan saja sehingga di dalam karya ini saya merepresentasikan musik itu ke dalam mitos itu sendiri”ungkapnya Rabu (27/9).

Pementasan karya musik simbor limbor yang dipentaskan secara langsung di Aula Prodi Seni FKIP Untan, Rabu (27/9).

mimbaruntan,Untan – Dalam rangka memenuhi tugas yang wajib dikerjakan oleh mahasiswa semester akhir,  Reza Zulianda yang merupakan mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan dan Keguruan (FKIP) Universitas Tanjungpura (Untan) mengangkat isu skripsi tentang suatu produk karya musik simbor limbor yang dipentaskan secara langsung di Aula Prodi Seni FKIP Untan, Rabu (27/9).

Sebagai pencipta karya simbor limbor, Reza mengatakan bahwa konsepnya adalah merepresentasikan mitologi ke dalam musik atas dasar perubahan sosio-kultural yang terjadi di masyarakat, dewasa ini. ”Salah satunya dikarenakan masyarakat zaman sekarang cenderung kemodern-modernan sehingga menganggap mitos itu tidak perlu di dalam kebudayaan mereka, mitos hanya dianggap sebagai khayalan saja sehingga di dalam karya ini saya merepresentasikan musik itu ke dalam mitos itu sendiri”ungkapnya Rabu (27/9).

Ia juga mengatakan karya tersebut dipentaskan setelah mengalami revisi dari hasil seminar sebelumnya.  “Karya ini dirancang karena kesan ketertarikan dengan mitos ini sudah lama, hanya saja start konstruksinya baru  satu tahun itu pun baru pada tahap persiapan, yang dipentaskan terbuka pada hari ini sebenarnya revisian dari yang di seminarkan sebelumnya” jelasnya.

Dalam kegiatan pementasan ini, Reza berpartisipasi dengan berbagai pihak.“Ada juga pihak yang ikut berpartisipasi dalam pementasan karya saya seperti Frisna Virginia untuk Vocal Sopran,  ada Juanar Mirnandi Clarinet , Yakurniawan di Cello, Upik Riska di Piano, dan saya sendiri sebagai Vocal Tenornya” tambahnya.

Damanhuri, satu di antara penonton yang hadir mengapresiasi pementasan karya tersebut. “Mengingat proses penggarapannya membutuhkan waktu yang pastinya tidak sebentar  dan prosesnya juga tidak mudah serta  tidak sembarangan, maka sudah seharusnya kita memberikan apresiasi untuk karya yang telah dipentaskan”ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa dengan menyaksikan pementasan karya tersebut secara langsung, potensi mahasiswa FKIP prodi Seni unggul dan tak kalah saing. “Saya merasa potensi mahasiswa di Universitas Tanjungpura khusus nya di FKIP Prodi seni tidak kalah saing dengan Universitas lain yang ada di luar Kalimantan Barat” tutupnya.

 

Penulis : Sartika

Editor : Sekar A.M.

 

Previous Eksplorasi Wisata Kayong, ENJ Kalbar Kerjasama dengan Dinas Pariwisata Kayong Utara
Next KBMB Untan Adakan KALPA 2017

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *