TANGIS KEMARIN


oHanya perih yang terasa

Hanya luka yang tersisa

Halus mengalir di pipinya

Pelan namun menusuk sukma

 

Harapan tlah kabur

Isi perut tlah menganggur

Isi otak pun terkubur

Meski mentari kian bersinar

Namun semua buyar

Tiada lagi yang terbayar

 

Tapi kenapa?

Apa ada bedanya

Antara dia dan mereka

Kini masih sedia kala

Tangisnya masih sama

Masih dengan tangisan kemarin yang sama

 

Karya : Diyana

Previous Terpendam
Next PEMUTARAN FILM PENGKHIANATAN G30S/PKI DI FISIP UNTAN SEBAGAI AJANG REFLEKSI SEJARAH

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *