Terpendam


Wahai jiwa yang lemah

Dapatkah kau rasakan

Tetes air mata tiada tertahan

Terombang ambing dalam haluan

Nyatanya hanya gerimis dalam kebasahan

 

Wahai jiwa yang gundah

Dapatkah kata menerka nerka

Telinga tuli, mata buta, meski terbuka

Hidung tiada lagi mencapai aroma

Muka tersungkup singasana berbisa

 

Wahai jiwa yang payah

Dapatkah teriakan merenggut

Apa daya kaki tangan terbalut

Gegap gempita kalang kabut

Satu tanya kian merebut

Milik siapa hari esok?

 

Karya : Diyana

Previous Studec International Mengundang Mahasiswa UNTAN untuk Pertukaran Budaya Indonesia & Korea Selatan
Next TANGIS KEMARIN

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *