Dibalik Bukit Tekenang yang Selalu Terkenang

mimbaruntan.com, Untan— Kawasan Taman Nasional Danau Sentarum merupakan salah satu wilayah kerja dari Konsorsium Dian Tama. Irawan, selaku Project Manager mengatakan bahwa ada tiga hal pokok yang dikembangkan di tempat itu. “Kita berfokus pada madu hutan, pengelolaan ikan serta ekowisata,” paparnya.

mimbaruntan.com, Untan—  Matahari mulai meneggelamkan diri dari pekatnya awan sehingga pandangan mulai memudar. Namun, sapaan angin terus menyambut rombongan Jurnalis Trip yang diadakan Konsorsium Dian Tama menuju Tekenang, kawasan Danau Sentarum, Kabupaten Kapuas Hulu, Kamis (25/10).

Gelombang danau menari indah seiring dilewati beberapa speed rombongan dan pohon putat pun tidak mau kalah untuk menyapa. Kawasan demi kawasan di dilalui hingga kendaraan kami mulai menepi dan menempelkan diri di pelabuhan tepat depan Guest House, Tekenang.

Kawasan Taman Nasional Danau Sentarum merupakan salah satu wilayah kerja dari Konsorsium Dian Tama. Irawan, selaku Project Manager mengatakan bahwa ada tiga hal pokok yang dikembangkan di tempat itu. “Kita berfokus pada madu hutan, pengelolaan ikan serta ekowisata,” paparnya. Menariknya, Tekenang ini memiliki daya tarik ekowisata yang tinggi karena memiliki bukit sebagai puncak pemandangan danau.

Dari ketinggian 500 meter tersebut para pengunjung akan disugguhkan pemandangan indah dan dapat dinikmati dari sebuah bangunan atau rumah kecil. Setiap sisi keindahan Danau Sentarum dapat diabadikan di sana serta akan merasakan hembusan angina yang segar.

Desi, dari MCA-Indonesia mengatakan bahwa kawasan Danau Sentarum itu merupakan tempat berkumpulnya air. “Seluas-luas pandangan mata kita ini adalah tempat penanpungan air, ketika hujan disini lah air itu tertampung,” kata nya. Namun, ketika kemarau panjang, tampungan air dari kawasan Danau Sentarum ini akan mengaliri sungai-sungai. “Ketika musim kemarau dia akan mengaliri tempat yang tidak terkena hujan. Air ini akan mengalir ke Sungai Kapuas sehingga debit menurun,” papar Desi yang sejak tahun 90-an sudah mengginjakkan kaki di kawasan Danau Sentarum ini.

Tidak hanya itu, musim kemarau pun membuat kawasan danau yang penuh dengan air itu akan berubah menjadi hutan karena semua air yang tersedia telah mengalir ke sungai sehingga untuk sampai ke tempat tersebut dapat melalui jalur darat. Keindahan Danau Sentarum ini tentu menarik perhatian para wisatawan karena unik dan hanya satu-satunya di dunia. Tidak heran jika tempat ini menjadi tujuan pengujung baik dalam negeri maupun luar negeri.

Bupati Kapuas Hulu, AM. Nasir membenarkan hal ini. Ia mengatakan setiap tahun para wisatawan selalu meningkat. “Danau Sentarum ini tidak ada di tempat lain sehingga orang mencari apa yang tidak ada di tempat lain tetapi ada di sini (Danau Sentarum,” katanya.

Menurutnya, pihak pemerintah Kapuas Hulu akan bekerjasama dengan semua pihak yang terlibat untuk menyediakan infrastruktur agar kawasan ini mudah dijangkau dan ramah bagi para wisatawan.

 

Penulis : Isa Oktaviani

Editor : Umi

Previous Dema FE UIN Malang Adakan NEDCO 2017 Untuk Mahasiswa PTN/PTS Se-Indonesia
Next Menumbuhkan Semangat Sumpah Pemuda Lewat Penanaman Mangrove

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *