Bantu Perekonomian Keluarga, Ini yang Dilakukan Kaum Perempuan di Semanggit

mimbaruntan.com, Untan— setiap konsumen memiliki selera yang berbeda sehingga ikan lainnya tetap laris di pasaran. Ibu dua anak ini membeberkan bahwa hasil dari usaha rumahan ini mampu menopang kebutuhan keluarga sehingga tidak menganggu penghasilan suami.

mimbaruntan.com, Untan— Kerupuk ikan menjadi salah satu oleh-oleh khas dari Kabupaten Kapuas Hulu. Cita rasa yang nikmat membuat produk ini banyak disukai oleh masyarakat sehingga banyak peminatnya. Untuk memenuhi permintaan pasar, Lizawati dan ibu-ibu di Kampung Semanggit, Desa Batu Rawan, Kecamatan Nanga Leboyan, Kabupaten Kapuas Hulu berperan aktif dalam kelompok Perempuan Pengelolaan Ikan untuk membuat kerupuk ikan.

Untuk mendapatkan hasil yang baik tentunya harus dari bahan dasar yang baik pula. Lizawati, satu di antara kelompok perempuan pengolahaan ikan mengatakan bahwa ada beberapa jenis ikan yang digunakan untuk membuat kerupuk.“Ikan yg digunakan diantaranya ikan biawan, menyadin, nuayang. Kalau untuk kerupuk dengan kualitas bagus, ikan yang digunakan ikan gabus,” jelasnya, Jumat (27/10).

Menurutnya, rasa dari ikan gabus lebih lezat dibanding ikan lainnya. Namun, setiap konsumen memiliki selera yang berbeda sehingga ikan lainnya tetap laris di pasaran. Ibu dua anak ini membeberkan bahwa hasil dari usaha rumahan ini mampu menopang kebutuhan keluarga sehingga tidak menganggu penghasilan suami.“Bisalah, penghasilan kita untuk biaya hidup keluarga. Tapi, tidak cukup untuk beli barang mahal atau bangun rumah,” paparnya.

Ia mengatakan bahwa pekerjaan yang digeluti dari sebelas tahun terakhir ini memang membantu perekonomian keluarga karena penghasilan suami sebagai nelayan biasanya digunakan untuk hal lain. Harga kerupuk ikan hasil olahan ibu rumah tangga ini dibandrol dengan angka yang beragam namun tetap terjangkau. “Ikan yang halus yang menggunakan ikan campur, harganya 30.000 perkilo sementara yang berwarna itu 25.000 perkilo,” katanya. Kemudian, untuk ikan gabus dibandrol dengan harga 45.000 perkilo. “Ini agak mahal karena termasuk bumbu juga, baik sahang maupun bumbu bawang putih,” pungkasnya.

 

Penulis : Isa Oktaviani

Editor : Umi

 

Previous Merefleksikan Makna Keberagaman Lewat Tradisi Seprahan
Next Kelompok Perempuan Semanggit Olah Kerupuk Ikan dengan Cara Manual

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *