Kiprah Sukses Yadi, Seniman Muda Asal Pontianak

mimbaruntan.com,Untan- Prestasi Yadi juga tak hanya sampai di situ, ia turut memenangkan Hibah Karya Seni Inovatif dari Yayasan Kelola pada tahun 2017 ini, atas karyanya HNNUNG. Pada maret 2018 ia juga terpilih untuk mementaskan karyanya bersama Orkes de ereprijs dalam rangka International Young Composers Meeting di Apledoorn.

mimbaruntan.com,Untan – Nursalim Yadi Anugrah lebih akrab disapa Bang Yadi merupakan pria kelahiran Pontianak 1991. Ia merupakan seorang seniman muda asal Pontianak  yang telah banyak menghasilkan beberapa karya musik. Menurut kerabatnya, Yadi terkesan sangat ramah, rendah hati dan tidak sombong.

Tak hanya menjadi seniman, Yadi juga dikenal sebagai pengajar, peneliti dan seringkali melakukan beberapa field recording untuk mendokumentasikan musik tradisi Kalimantan. Beberapa projek riset kolaborasi yang dilakukan ialah bersama Yasuhiro Morinaga (Jepang), Marle Belly (Perancis), Palmer Allan Keen (Amerika Serikat), dan Jan Felix Schulte (Jerman).

Yadi belajar komposisi musik secara otodidak hingga ia bertemu mentornya Diecky K. Indrapraja (Surabaya), serta Gatot Danar Sulistyanto (Yogyakarta). Ia juga belajar secara informal dengan Prof. Dieter Mack (Jerman), Choong Kee Yong (China – Malaysia), Leo warynski (Prancis/Ensamble Multilaterale), serta musik elektronik dari Tony Maryana (Yogyakarta). Selain itu ia juga belajar musik Improvisasi lewat lokakarya bersama Fabrica Vieira (Perancis), dan Romain Boudoin (Perancis).

Beberapa karyanya yang telah dipentaskan di beberapa event antara lain Temu Musik Franko-Indonesia 2017 bersama Ensemble Multilaterale Perancis (Jakarta, 2017), October meeting (Yogyakarta 2016), Suaka Suara (Pontianak, 2016 & 2017), West Borneo Composer Festival (Pontianak, 2015), Europe Tour Balaan Tumaan Ensemble (Perancis-Belgia-Jerman, 2014) serta beberapa penampilan kolaborasi bersama komponis Indonesia, antara lain Yasudah (Solo), Iwan Gunawan (Bandung), Dody Satya Ekagustdiman (Bandung), Gardika Gigih Pradita (Yogyakarta), Febrica Viera (Perancis), dan Raphael Quenehen (Perancis)

Prestasi Yadi juga tak hanya sampai di situ, ia turut memenangkan Hibah Karya Seni Inovatif dari Yayasan Kelola pada tahun 2017 ini, atas karyanya HNNUNG. Pada maret 2018 ia juga terpilih untuk mementaskan karyanya bersama Orkes de ereprijs dalam rangka International Young Composers Meeting di Apledoorn.

Penulis : Sartika

Editor : Sekar A.M.

Previous Peringati Hari Guru Nasional, Bem FKIP Gelar Aksi
Next Diangkat dari Sastra Lisan, Opera Hnnung Tampil Sukses

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *