AJI Pontianak Selenggarakan Diskusi “Safety Journalist”

mimbaruntan.com, Untan — Ketua AJI Pontianak Dian Lestari mengatakan, diskusi ini dilatarbelakangi banyaknya kasus kekerasan yang dialami jurnalis, sehingga hal ini sangat penting disampaikan kepada jurnalis pemula.

Aliansi Jurnalis Independen Pontianak mengadakan diskusi “Safety Journalist” di Sekretariat AJI Jalan Alianyang Gg. Kurnia pada Sabtu 16 Desember 2017. Acara ini dihadiri oleh wartawan dari berbagai media dan jurnalis kampus.

mimbaruntan.com, Untan — Aliansi Jurnalis Independen Pontianak mengadakan diskusi “Safety Journalist” di Sekretariat AJI Jalan Alianyang Gg. Kurnia pada Sabtu 16 Desember 2017. Acara ini dihadiri oleh wartawan dari berbagai media dan jurnalis kampus.

Ketua AJI Pontianak Dian Lestari mengatakan, diskusi ini dilatarbelakangi banyaknya kasus kekerasan yang dialami jurnalis, sehingga hal ini sangat penting disampaikan kepada jurnalis pemula. “Dengan adanya diskusi ini menjadi pelajaran untuk mereka supaya tidak mengalami hal-hal yang mengancam keamanan seorang jurnalis, dan seandainya terjadi mereka mengerti apa yang harus dilakukan,” ujarnya, Sabtu (16/12).

Selain diskusi, para wartawan yang pernah mengalami kekerasan fisik maupun non fisik juga berbagi pengalaman. Arief Nugroho satu diantara jurnalis media mainstream yang pernah mengalami kejadian serupa membeberkan, pentingnya persiapan dalam liputan didaerah konflik maupun daerah rawan bencana.. Menurutnya perencanaan sebelum melakukan sebuah peliputan perlu diperhatikan.  ”Kamu datang tanpa perencanaan, tanpa persiapan. Nah, kamu akan sakit sendiri ujung-ujungnya bisa terkena tekanan, intimidasi, dan yang lainnya,” pungkasnya.

 

Penulis : Ricky Setiawan

Editor : Umi

Previous Dear Dairy Mahasiswa Pertanian
Next Kau dan Kau..

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *