Pemirama di Fahutan Tak Terselenggara, Ini Kata Ketua BEM


Sumber : Google Ilustrasi Pemilu

mimbaruntan.com, Untan – Hari ini(19/12) merupakan agenda di mana seluruh mahasiswa aktif di Untan melakukan Pemilihan Raya Mahasiswa(Pemirama) dengan memilih satu pasangan calon presiden mahasiswa dan calon wakil presiden mahasiswa Untan. Namun tidak demikian di Fakultas Kehutanan yang merupakan salah satu lokasi TPS berada, kampus ini tampak sepi dengan tidak adanya aktivitas pemirama.

Reporter menghubungi pihak BEM untuk mengkonfirmasi perihal pemirama ini. Menurut Markus yang menjabat sebagai ketua BEM Fahutan mengatakan, pemberitahuan mengenai pemirama itu ada tetapi selang satu hari sebelum pemirama dilaksanakan. Markus juga mengatakan surat yang diberi ke pihak BEM Fahutan dalam kondisi tidak layak karna tidak adanya amplop. ”Surat pemberitahuan dari kprmnya itu ada tetapi itu diberikan minus satu hari sebelum pemirama terus dalam kondisi yang ndak layaklah sebagai surat karna pertama dari amplop saja tidak ada,” ujarnya.

Markus juga menyesalkan KPRM dalam suratnya hanya ada pemberitahuan tanpa adanya kejelasan permintaan izin ruang yang akan digunakan. Ia juga mengatakan ketika sosialisasi di kampus tanpa adanya surat izin sosialisasi sedangkan semua hal pemirama yang berhubungan dengan kampus harus koordinasi terlebih dahulu dengan BEM. ”Surat dari KPRM hanya berisikan pemberitahuan tapi tidak ada berisi izin ruangan mana yang mau dipakai apa kampus baru atau lama sehingga buat kawan-kawan menunggu. Sosialisasi kemaren pun illegal karna gak ada beri tahu ke BEM”. Pihak KPRM seharusnya lebih mendekatkan atau menjalin koordinasi dengan pihak BEM masing fakultas serta birokrat kampus tambahnya.

Ketika ditanya perihal kelanjutan pemirama di Fahutan ia pun tidak memaksa dan menyerahkan pada mahasiswa. “Terserah, itu hak mahasiswa untuk memilih, tapi untuk pelaksanaan tergantung KPRM,” katanya.

Menurut Erianto selaku Wakil Dekan III Fahutan, Kampus mengijinkan adanya Pemirama dan tidak pernah melarang asal ada koordinasi yang baik antara kprm dan BEM fakultas. ”Pihak kampus tidak ada sama sekali melarang adanya pemirama asal satu, surat yang di berikan jelas, jelasnya itu ruangan mana yang mau di pakai apakah kampus lama atau baru. Ke dua, harus ada etika juga ketika menyampaikan surat,” ujar Erianto ketika ditemui di ruang kerjanya.

Penulis: Ferawati
Editor: Adi

Previous SMP Katolik Petrus Raih Juara Limas FKIP Untan
Next Pemirama di FISIP Untan Kurang Persiapan

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *