Laili Khairnur : Pemuda Harus Bangga Jadi Petani

mimbarUntan.com, Untan – Hal serupa diungkapkan oleh Laili Khairnur, Penanggung Jawab Program Konsorsium Perempuan, dalam rangka Seminar Peluncuran Praktik Baik Perempuan dan Pertanian Berkelanjutan di Hotel Grand Mahkota, Pontianak. Jum’at (29/12).

Foto bersama, Konsosrsium Perempuan untuk Keberlanjutan Penghidupan dengan peserta Seminar Peluncuran Praktik Baik Perempuan dan Pertanian berkelanjutan, di Hotel Grand Mahkota, Jumat (29/12).

mimbaruntan.com, Untan – Pertanian merupakan roda penggerak ekonomi nasional jika dilihat dari sektor produksi, pertanian menempati sektor kedua paling berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi setelah industri pengolahan dan diatas perdagangan, serta sektor konstruksi.

Seiring dengan perkembangan zaman, sektor pertanian tidak begitu dilirik oleh generasi muda, sehingga jumlah petani di Indonesia terus menurun dan sebagian besar petani diminati oleh orang tua.

Hal serupa diungkapkan oleh Laili Khairnur, Penanggung Jawab Program Konsorsium Perempuan,  dalam rangka Seminar Peluncuran Praktik Baik Perempuan dan Pertanian Berkelanjutan di Hotel Grand Mahkota, Pontianak. Jum’at (29/12).

Sebelumnya selama satu tahun terakhir, Konsorsium Perempuan telah melaksanakan program dan pembinaan terhadap kelompok-kelompok tani wanita di Kabupaten Sintang dan Kapuas Hulu. Hal ini menurut Laili, pertanian memiliki nilai ekonomis dan sudah seharusnya menjadi kebanggaan bagi generasi muda.

“Saya ingin menggambarkan dan menyampaikan bahwa petani adalah pekerjaan yang bernilai ekonomis dan seharusnya menjadi kebanggan tersendiri utamanya bagi para pemuda,” ungkapnya

Ia juga menambahkan bahwa sejatinya diperlukan kerjasama yang baik antara pemerintah dan masyarakat sehingga hal-hal yang telah dilakukan utamanya dalam hal wanita dan pertanian dapat terus berlangsung.

“Kami terus mempromosikan praktik-praktik program, sehingga kami berharap apa yang kami lakukan dapat di adopsi  bagi masyarakat di wilayah-wilayah lain dengan bekerjasama antara pemerintah dan masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat Heronimus Hero  yang hadir mewakili kata sambutan Gubernur menyatakan, bahwa salah satu hal yang perlu ditingkatkan dalam pertanian berkelanjutan adalah dengan gencar mengedukasi masyarakat.

“Memang mengedukasi masyarakat utamanya pemuda tidaklah gampang terutama dalam hal pembangunan pertanian berkelanjutan, jadi perlu kerja ektra tidak hanya pemerintah tapi juga masyarakat dan berbagai elemen lainnya,” pungkasnya.

 

Penulis : Rio Pratama

Editor : Umi

Previous BIOTA 2017 : Ajang MendekatKan Diri Kepada Alam Dan Pencipta-Nya
Next Generasi Emas Tanpa Korupsi, Mungkinkah?

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *