Posts in category

CERPEN


Pagi itu mentari tak seterik biasanya. Gurat awan tampak mendung bekas hujan tadi subuh. Seantero desa sudah memulai aktivitasnya lebih pagi dari matahari. Walau hawa dingin menusuk tulang, tak ada Read more […]

0 10

Sejak itu, sejak Ayah bercerita perihal kebenaran yang kian hari kian terkikis , aku jadi mengerti tentang sesuatu yang harus kuperjuangkan hari ini dan seterusnya. Tidak lagi tentang menuntut uang jajan Read more […]

0 22

‘Sungguh jauh jarak antara lidah manusia dan perbuatan terlebih kepadanya diberikan sebuah jabatan’ seingatku pemeran tokoh Tan Malaka pada monolog Saya Rusa Berbulu Merah pernah berkata seperti itu. Tan Malaka seorang aktivis kemerdekaan

0 7

Bagiku senja disana-sini sama saja, tiada memukau apalagi membuatku terpesona berlama-lama menaruh mata padanya, lebih-lebih hendak menaruh hati. Sedikit saja rasa ketertarikkanku pada senja yang ketika menjingga di belahan bumi ujung sana

0 6

“Kawan, kau berubah… menjadi tak lebih dari seekor singa yang mengaum untuk menunjukkan kekuasaan. Ingatlah, kau bukan binatang, sebagus apapun jelmaanmu dalam versi itu.” Kau boleh saja menjadi Read more […]

0 17
gadis, sumber: http://www.wifqi.com/2016/06/datang-dara-hilang-dara-puisi-chairil-anwar.html

Pagi itu udara jantung kota sungguh sejuk, kicauan burung menambah nuansa keindahan alam Borneo. Tetesan embun membasahi setiap dedaunan hijau yang tak luput dari cengkraman mata. Hari itu adalah hari Read more […]

0 6

Gadis cantik itu bernama Ramadhania Bintang. Ia adalah putri sematawayang dari pengusaha konglomerat. Kedua orangtuanya menaruh harapan besar agar kelak Bintang dapat menjadi kebanggaan bagi keluarganya

0 11

“Langit.”
Wanita itu masih asik dengan dunianya ketika untuk kesekian kalinya namanya dipanggil.

0 8