Posts in category

Cerpen


Hujan mengguyur bumi. “Apa yang kau lihat?” Aku menoleh. Suara itu lagi. “Hanya hujan,” jawabku singkat, lantas menarik gorden menutupi pemandangan di luar. Dia mengerutkan dahi. “Memangnya Read more […]

0 15

Tidak pernah kutemukan lagi matahari bersinar. Semua gelap. Tidak pernah ada lagi cahaya yang mampu menembus tembok ini. Aku sudah lupa seperti apa lantunan burung-burung yang berkicau di luar sana. Tapi Read more […]

0 11

Suamiku, Elri masih duduk di kursi ruang tamu yang menghadap ke arah jalan ditemani cerutu dan segelas teh yang kubuatkan tadi saat sarapan. Biasanya sepagi itu dia sudah mandi dan bersiap untuk pergi ke kantor.

0 3

Beberapa bulan ini, kau sering melamun di atas peranginan depan istana yang menghadap sungai bercabang tiga, Muara Ulakan. Hari ini kau juga melewatkan sore di tepian sungai

0 5

Dela… Ini adalah malam kesekian kalinya aku menghabiskan separuh malamku di kedai kopi, sendiri. Kedai ini selalu ramai, namun sejak aku memilih tempat ini untuk menghabiskan separuh malamku, aku tidak Read more […]

0 7

This might be the last time we say goodbye This might be the last time we say goodnight Rainy window rainy window On a sunny day, it suddenly rains on this window Tok tok tok. KLIK. “Abang sudah Read more […]

0 3

Oleh Septi Dwisabrina Suasana hening dan sunyi, mewarnai kehidupan Helly. Gadis yang baru berumur 16 tahun ini, sudah terbiasa menjalani kehidupan yang serba apa adanya. Semenjak ia di tinggal kedua orang Read more […]

0 7

Oleh  Mariyadi mimbarutan.com, Sambas–Di sebuah perkampungan, saat itu matahari sedang tepat diatas kepala.  berkumpullah beberapa orang di Balai Desa itu, sambil bersantai-santai. Diantara mereka Read more […]

0 112