Guru adalah pahlawan
menyinari hidup kami yang dulu buta warna.
Matanya tak pernah letih menatap lembar demi lembar harapan,
tangannya tak pernah berhenti membimbing meski dunia tak selalu ramah.
Di tengah cobaan yang datang silih berganti,
ia tetap berdiri, mengajar dengan hati yang tak pernah goyah.
Kesabarannya menjadi nafas ruang belajar,
ketulusannya menjadi arah setiap langkah yang masih rapuh.
Guru adalah ibu dan bapak kedua kami,
orang tua yang mengayomi tanpa kenal waktu,
orang tua yang jasanya tak akan pernah hilang meski waktu terus berjalan.
Ia adalah mata yang melihat potensi dalam diri kami,
telinga yang mendengar keluh kesah tanpa menghakimi.
Ia adalah pahlawan yang terus menjadi pedoman,
menghidupkan semangat dalam diri kami
yang mungkin tak pernah menyala tanpa kehadirannya.
Dan hingga hari ini,
ia tetap menjadi rembulan yang setia menemani,
menuntun langkah dalam gelap,
menerangi perjalanan kami menuju masa depan.
Tanpa mereka,
kami tak akan pernah tumbuh menjadi
manusia yang kuat dan hebat
Penulis: Ardina