mimbaruntan.com, Untan – Rangkaian kegiatan Pemilihan Raya Mahasiswa (Pemirama) Universitas Tanjungpura memasuki hari Debat Pasangan Calon Presiden Mahasiswa (Presma) dan Wakil Presiden Mahasiswa (Wapresma) pada Minggu (16/11/2025). Kegiatan yang berlangsung di Gedung Konferensi Ruangan E-learning 3 dan 4 ini dihadiri oleh perwakilan masing-masing paslon, tamu undangan, serta perwakilan UKM Universitas Tanjungpura. Lokasi debat dijaga ketat oleh petugas keamanan dan panitia. Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan penyampaian sambutan, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan visi dan misi oleh masing-masing pasangan calon.
Pasangan Calon 01, Fathir dan Lodri, menyoroti isu ketegangan antar fakultas sebagai salah satu fokus utama. Solusi yang mereka tawarkan adalah program unggulan bernama Forum Diskusi Mahasiswa.
“Kami akan mengajak DPM dan BEM dari masing-masing fakultas untuk berdiskusi, mencari solusi, dan berkolaborasi. Forum ini akan menjadi wadah untuk menemukan formula terbaik bagi mahasiswa,” ujar Fathir.
Selain itu, menyikapi dihilangkannya Kementerian Perempuan dari kepengurusan tahun sebelumnya, Paslon 01 berencana mengaktifkan kembali kementerian tersebut. Program ini akan berkolaborasi dengan PPKPT untuk menyediakan ruang bagi mahasiswa yang memiliki keresahan terkait kasus kekerasan seksual di lingkungan kampus.
“Di sinilah peran BEM hadir jika Kementerian Perempuan kembali diadakan. Di Untan sendiri ada PPKPT, di mana kami dapat bekerja sama dan berkolaborasi untuk memberikan ruang bagi mereka yang membutuhkan. Ini juga akan menjadi bentuk kolaborasi antar fakultas,” tambah Fathir.
Baca Juga: BEM Untan Bentuk Kementerian Agama, Sosiolog Untan : Jangan Sampai Seperti Kemenag RI
Baik Fathir maupun Lodri menyampaikan harapan agar siapapun yang terpilih nanti dapat menjadi wadah dan pelopor penyalur aspirasi mahasiswa. Mereka menekankan bahwa BEM Untan harus menjadi solusi bagi mahasiswa dalam menyampaikan berbagai masalah dan kekurangan di tingkat fakultas.
“Harapan saya, baik Paslon 01 maupun 02 yang terpilih nanti dapat menjadi wadah penyalur aspirasi mahasiswa serta memiliki solusi untuk setiap masalah dan kekurangan di masing-masing fakultas,” ungkapnya.
Tidak jauh berbeda dari paslon sebelumnya, Pasangan Calon nomor urut 02, Pangestu dan Syarif Lexsi, turut menyoroti maraknya akun “kampus cantik” yang beredar. Pangestu menilai akun tersebut memiliki dua sisi, di satu sisi dapat dianggap sebagai hiburan dan candaan karena diunggah atas izin yang bersangkutan, namun di sisi lain berpotensi menjadi bentuk seksisme yang mengobjektifikasi perempuan.
“Kalau di FISIP itu ada FISIP Lawar. Di satu sisi saya melihatnya sebagai hiburan, namun di sisi lain itu menjadi bentuk seksisme yang terlalu mengobjektifikasi perempuan,” ujarnya.
Dari pemahaman tersebut Paslon 02 berkomitmen untuk kembali mengaktifkan Kementerian Pemberdayaan Perempuan. Melalui kementerian ini, mereka berencana mengedukasi mahasiswa tentang dampak negatif objektifikasi perempuan yang mungkin tersembunyi di balik konten yang dianggap hiburan.
“Komitmen saya mengaktifkan kembali Kementerian Pemberdayaan Perempuan ya, dilihat dari akun-akun itu memang yang masuk sudah izin individu bersangkutan, namun bisa saja disalahgunakan jadi lewat Kementerian Pemberdayaan Perempuan kita bisa mengedukasi teman-teman mahasiswa,” tambah Pangestu.
Baca Juga: Perempuan dalam Bingkai Akun Kampus Cantik
Pangestu juga menyatakan penyesalan atas mundurnya beberapa BEM Fakultas dari aliansi BEM Universitas. Menurutnya, BEM Fakultas merupakan penopang utama bagi BEM Universitas. Oleh karena itu, Paslon 02 menghadirkan program “BEM Sinergis” untuk mendorong kembali bergabungnya BEM Fakultas dalam berkolaborasi.
“Tanggapan saya tentu sangat menyayangkan hal ini. Untuk itulah, kami menawarkan program BEM Sinergis yang dirancang khusus untuk mengajak BEM Fakultas kembali bergabung. BEM Fakultas adalah penopang BEM Universitas. Saya berharap, terlepas dari siaupun yang terpilih nanti, pandangan ini dapat dipertimbangkan,” ungkapnya.
Hari pemilihan akan dilaksanakan dua hari setelah hari debat, yakni pada 18 November 2025, secara daring. Metode e-vote dapat diakses melalui akun resmi Pemirama Universitas Tanjungpura. Debat ini telah menampilkan visi dan komitmen kedua paslon terhadap isu-isu kampus yang mendesak. Kini, keputusan akhir berada di tangan mahasiswa Untan untuk menentukan arah baru mereka dalam pemilihan yang akan datang.
Penulis: Munawar & Delta
Editor: Mia