Puisi
-
-
Kosong, kutemui kau siang ini
Sepi, temankan aku menemui kosong
Sempit, usir aku dari ruangmu agar aku menemui kosong
Sakit, enyahlah sekejap, hilanglah, aku butuh nyawa
-
Kelopak matanya
Senyumnya
Kurasa dia manusia yang paling beruntung telah dapatkan rindu daku
Namun setelah saya menggunakan akal budi
Menimbang dan memutuskan
Dalam ingatan -
Belia dalam langkah sepi Temaram mengoyak jiwanya Mutlakkah salahnya? Haruskah dia dipersalahkan? Ini tangisnya…
-
Aku bukanlah senja yang menutup matahari, dan menerbitkan malam Firdaus Darkatni, Jingga di Mimbar…
-
Tanah ku tak berjiwa Satu petak bisa berharga satu kepala Tak ada lagi esensi…
-
Ohh… tanah kelahiranku Tanah Borneo Ohh… Sungai kebangganku Sungai Kapuas Sejak dulu jadi penggantung,…
-
Hitam didalam kehidupan yang abadi, tanpa sedikit celah Potongan besi yang berbaris rapi, karatan…
-
Kau lembut bagai salju Kau indah bagai permata Dengan detik, kau mampu menyebrangi lautan…
-
Ohh… Ibu ku..
Kau bagaikan permata dalam hidup ku
Permata yang tidak terhingga harganya
Sungguh…
Begitu tak terhingga pengorbanan mu