Dengarlah, lirih kecilku
Memanggil namamu
dalam bait terakhirku
pengganti sujudmu
kuberharap tak mati inginku
mengejar nyala harapmu
pontang-panting tubuhku
di tiap sepertiga malammu
Baca Juga: Ibu Bagaimana Jika Tidak?
luka padaku, duka padamu
kita melebur, padu
kau tertawa sementara aku
merintih kesenangan
“jangan berhenti berbuat baik,”
bai’at terakhir darimu
memanusiakan manusia itu
bagai harap terhalang badan
Baca Juga: Gerwani Bukan PKI: Gerakan Feminis Terbesar di Indonesia
aku ingin bertanya
pada hatimu yang baik
yang menerjang aral
seperti rahim surgawi
untukmu, perempuan nomor satu
paling aku sayangi
paling aku inginkan
air susu surga mengaliri mu
Penulis: Himalaya