mimbaruntan.com, Untan – Persekutuan Mahasiswa Katolik (PASTOLIK) Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura (FK Untan) menggelar Bakti Sosial PASTOLIK (BATIK) 2026 di Gereja Santo Yohanes Pemandi, Desa Benuang, Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah, pada Minggu (14/6/2026). Sebanyak 118 warga memperoleh layanan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis dalam kegiatan yang mengusung tema “Menjadi Tangan Kasih Tuhan Bagi Sesama” tersebut.
Selain pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis, BATIK 2026 juga menghadirkan penyuluhan kesehatan serta bina iman anak. Pelayanan diberikan oleh tim relawan yang terdiri atas dokter, perawat, apoteker, dan mahasiswa sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, khususnya bagi warga yang memiliki keterbatasan akses terhadap fasilitas kesehatan.
Ketua Panitia BATIK 2026, Thesa Yulia Pasya, menilai kegiatan tersebut relevan dengan kebutuhan masyarakat Desa Benuang yang berada cukup jauh dari fasilitas kesehatan. Menurutnya, kehadiran layanan kesehatan langsung di tengah masyarakat dapat membantu warga melakukan pemeriksaan dan pengobatan sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan.
“Menurut saya, kegiatan ini cukup sesuai dengan kebutuhan masyarakat di Desa Benuang. Karena dari yang kita lihat, Desa Benuang itu jauh dari fasilitas kesehatan. Dengan adanya kegiatan bakti sosial ini, jadi mempermudah mereka untuk melakukan pengobatan dan pengecekan kesehatan supaya mereka bisa peka. Karena kesehatan itu lebih penting dari apa pun di dunia ini,” ujarnya.
Thesa juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Desa Benuang yang menunjukkan antusiasme tinggi dalam menyambut dan mendukung pelaksanaan kegiatan sejak tahap persiapan. Menurutnya, warga bersama perangkat desa, kepala umat, dan para kader terlibat aktif dalam mempersiapkan kebutuhan kegiatan.
“Masyarakat disini benar-benar antusias sekali. Dari saat kita survei, mereka sudah welcome sekali. Mereka siap sedia menyiapkan gereja ini secara cepat, bahkan menyiapkan makanan untuk kita konsumsi, padahal relawan kita hampir 100-an orang. Pak Kades, kepala umat, dan ibu-ibu kader langsung sigap mencari solusi ketika ada kendala,” ucap Thesa.
Dosen Pembina PASTOLIK, Fortunata Saessaria Deisberanda, menilai tingginya partisipasi dan sambutan hangat masyarakat menunjukkan bahwa BATIK 2026 memberikan manfaat yang nyata. Ia juga melihat kegiatan tersebut sebagai sarana bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan nilai kasih dan pelayanan kepada sesama melalui aksi langsung di tengah masyarakat.
“Dampaknya luar biasa sekali. Kita bisa lihat bagaimana mereka menyambut kita. Karena memang tujuan kegiatan kita sesuai namanya: kita membagikan cinta kasih sesuai dengan iman kita. Harapannya kita berguna, kita bisa melayani dengan kasih kepada sesama,” katanya.
Fortunata menilai pelaksanaan BATIK 2026 secara keseluruhan telah berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Namun, ia menekankan perlunya peningkatan dalam persiapan kegiatan ke depan, terutama terkait koordinasi antarprofesi serta kelengkapan sarana pendukung pelayanan kesehatan agar pelaksanaan dapat berlangsung lebih optimal.
Baca Juga: PASTOLIK FK Untan Bawa Pesan Kasih dan Kesehatan ke Desa Capkala
“Persiapannya harus lebih matang lagi. Masih ada komunikasi yang kurang antar dokter, perawat, dan farmasi. Misalnya obat-obatan harusnya ada etiketnya. Tapi kegiatannya sudah sangat bagus, lokasinya juga sudah bagus. Mantap, sudah berhasil sekali,” ucap Fortunata.
Sementara itu, Ketua Umat Katolik Desa Benuang, Adrianus Aan, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran mahasiswa FK Untan yang turun langsung melayani masyarakat. Menurutnya, kegiatan semacam ini sangat membantu warga dan diharapkan dapat dilaksanakan secara lebih rutin agar manfaat layanan kesehatan dapat terus dirasakan masyarakat.
“Sangat memberikan apresiasi, karena jarang sekali mahasiswa untuk turun langsung. Jadi saya merasa kegiatan ini sangat membantu. Masyarakat juga sangat antusias, tiga hari sebelum acara mereka sudah bertanya jam berapa, dan bekerja sama menyiapkan makanan,”
Pastor Paroki, Christianus Atun, turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan BATIK 2026. Ia menilai program tersebut membawa manfaat bagi masyarakat karena menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan yang sebelumnya belum pernah diselenggarakan di desa tersebut. Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilanjutkan pada masa mendatang.
Baca Juga: ANTARA Bekali Mahasiswa dengan Standarisasi Tulisan sesuai Kantor Berita
“Kegiatan ini sangat positif dan baik untuk dimulai serta dilanjutkan. Program ini sangat membantu masyarakat kampung karena belum ada pemeriksaan kesehatan di kampung ini sebelumnya. Ini pertama kali diadakan oleh Untan di sini, jadi semoga ini bisa menjadi motivasi.”
Pelaksanaan BATIK 2026 merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari tenaga kesehatan, mahasiswa relawan, tokoh masyarakat, hingga para donatur yang turut mendukung jalannya kegiatan. Melalui program ini, PASTOLIK FK Untan berharap kegiatan pengabdian dan pelayanan kesehatan dapat terus menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan di berbagai wilayah.
Press Release BATIK 2026