Ku pandangi wajah mereka yang penuh semangat
Walalu sejak pagi matahari tak lelah menyengat
Ku pandangi wajah mereka yang penuh semangat
Walalu sejak pagi matahari tak lelah menyengat
Puan lama sekali kiranya saya berdiri di hadap pintu pintu tertutup tiada berani saya…
Ada kerinduan yang mendalam Pada senyum terindahnya Sepotong angin memberikan kabar pada senja Dialah…
Buru,buru,buru,kejar segalanya kawan Tidakkah kau pelik biarkan tintamu makin menghitam? Biarkanlah separuh bayang kelam-mu…
Langit sendu
Senja telah pergi di hadapanku
Kini awan membentang lurus di langit
Burung-burung terbang bebas di udara
‘Sungguh jauh jarak antara lidah manusia dan perbuatan terlebih kepadanya diberikan sebuah jabatan’ seingatku pemeran tokoh Tan Malaka pada monolog Saya Rusa Berbulu Merah pernah berkata seperti itu. Tan Malaka seorang aktivis kemerdekaan
Kami adalah penghuni langit
Lidah kami kata mutlak
Tiada salah terucap
Banyak kertas putih yang dinodai dengan kebohongan
Melukiskan kisah nyata dalam setiap kejadian
Bagiku senja disana-sini sama saja, tiada memukau apalagi membuatku terpesona berlama-lama menaruh mata padanya, lebih-lebih hendak menaruh hati. Sedikit saja rasa ketertarikkanku pada senja yang ketika menjingga di belahan bumi ujung sana