mimbaruntan.com, Untan – Hari yang membahagiakan bagi mahasiswa perencana karena telah dilaksanakannya Dies Natalis ke-13 Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Tanjungpura (PWK UNTAN) pada Sabtu (22/8) dengan tema “Connecting People,Shaping Future” melalui konsep “Bersua Dalam Ruang Koneksi” menjadi salah satu hari yang dinanti oleh seluruh mahasiswa Perencanaan Wilayah Dan Kota, acara ini telah mengingatkan kembali bagaimana Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota yang telah berdiri sejak 13 tahun lalu yang akan terus maju serta menyatukan semangat akademis yang terjalin erat dengan kebersamaan para mahasiswanya. Hadir sebagai momentum untuk mempertemukan berbagai generasi PWK UNTAN dalam satu rangkaian kegiatan yang mendorong interaksi, komunikasi, dan kebersamaan.
Kegiatan dilaksanakan di Halaman Parkiran Dosen, Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura. Kegiatan Dies Natalis kali ini cukup berbeda karena menghadirkan mahasiswa baru angkatan 2026 sebagai peserta acara, menjadi momentum yang sangat menarik karena dapat menyatukan kebersamaan antarmahasiswa sekaligus membentuk rasa ingin tahu sejak dini tentang pemahaman tata ruang melalui rangkaian acara.
Kegiatan dimulai dengan sapaan dua orang MC, yaitu Hezkiel Panorangan Pardede dan Aulia Zahrah, dibalut dengan lagu ‘Rasa Sayange’ yang menyambut tamu dan peserta undangan dengan alunan nyanyian yang menghibur, memberi semangat pagi dengan menyanyi bersama-sama. Dilanjutkan dengan doa bersama untuk memohon kelancaran dan ucapan rasa syukur selama acara berlangsung oleh Prayoga Pangestu.
Acara berlanjut dengan kegiatan yang tak kalah seru yaitu senam pagi, yang diikuti oleh seluruh peserta dan tamu undangan dengan penuh semangat sebagai bentuk persiapan pemanasan awal sebelum melakukan agenda utama pagi hari yaitu “The Shared Journey” agenda tersebut merupakan kegiatan jalan santai yang dikemas sangat menarik dibalut dengan permainan seru yang diikuti oleh dosen, alumni, mahasiswa aktif serta mahasiswa baru Perencanaan wilayah dan Kota dengan adanya sebaran pos pemberhentian pada rute jalan santai, setiap pos diisi oleh permainan dan tantangan seputar informasi perkuliahan yang mengundang gelak tawa pada tamu dan peserta yang mengikuti permainan. Rute jalan santai yang ditempuh juga tidak jauh, hanya berputar mengelilingi lingkungan kampus Universitas Tanjungpura. Jalan santai diakhiri dengan mengitari kawasan Fakultas Teknik, Universitas Tanjungpura. Hal ini sekaligus menjadi sarana berharga untuk memperkenalkan suasana dan lingkungan perkuliahan bagi mahasiswa baru.
Baca Juga: Hari Tata Ruang 2025: PWK Untan Soroti Isu Transmigrasi
Saat tamu dan peserta undangan telah sampai kembali di lokasi acara, agenda dilanjutkan dengan laporan Ketua Panitia Dies Natalis PWK UNTAN KE-13, yaitu Iqbal Tizarisvani. Iqbal menekankan bahwa daya tarik acara ini terletak pada rangkaian acara selama kegiatan berlangsung dan menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kepanitiaan acara Dies Natalis PWK UNTAN Ke-13.
Ketua Himpunan Mahasiswa Perencanaan Wilayah Dan Kota (HIMAP), Saudara Muhammad Khairil Giat menyampaikan dalam kata sambutannya bahwa acara Dies Natalis PWK UNTAN Ke-13 ini sangat berkaitan erat dengan konsep dalam acara tahun ini, yaitu “Bersua Dalam Ruang Koneksi” sebagai kesempatan untuk menyatukan kembali keluarga besar PWK UNTAN dalam menyambut keluarga baru yaitu mahasiswa baru angkatan 2026 yang akan menjadi generasi baru mahasiswa Program Studi Perencanaan Wilayah Dan Kota (PWK) yang diharapkan mampu menjadi generasi yang membawa nama baik bagi program studi.
Ibu Erni Yuniarti selaku Ketua Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota menyampaikan rasa bahagianya atas perjalanan 13 tahun program studi yang terus kompak dan berkembang. Beliau menegaskan bahwa kesuksesan harus diraih bersama tanpa berpatokan pada standar orang lain. Selain menekankan pentingnya sikap bermartabat dan beretika bagi calon sarjana PWK, beliau juga memotivasi mahasiswa untuk membangun jaringan relasi hingga ke tingkat nasional, tidak hanya terbatas di Pontianak atau Kalimantan, sehingga hal tersebut sangat terkait erat dengan tema acara, yaitu “Connecting People, Shaping Future”.
Terdapat agenda “Handfasting Ceremony” yang menjadi bagian dalam rangkaian acara, dalam agenda ini terdapat simbolisasi melalui pembentangan tali yang dipegang bersama-sama, melambangkan terjalinnya ikatan, kebersamaan dan kolaborasi dalam keluarga PWK UNTAN, yang menyatukan akademisi, alumni, dan mahasiswa aktif dalam satu visi membangun masa depan dengan selalu menjaga hubungan baik, memperkuat kolaborasi serta saling mendukung.
Pelaksanaan tarian Tidayu yang dibawakan oleh tiga mahasiswa PWK UNTAN, yaitu Nayla Aulia, Anggun Aprliya, dan Qary Qurrata Aini, menjadi agenda yang menarik selanjutnya, di mana masing masing penari mewakili satu suku yang ada di Pontianak, yaitu suku Tionghoa, Dayak, dan Melayu, tarian ini menjadi agenda yang mencuri pandangan mata tamu dan peserta karena menggambarkan ciri khas kebudayaan Pontianak yang menekankan keharmonisan dalam keberagaman, sangat melekat dengan lingkungan PWK UNTAN yang diisi oleh keberagaman oleh mahasiswanya.
Pada rangkaian acara terdapat agenda yang menginspirasi para peserta undangan dengan nama “Sekilas Jejak PWK” melalui sesi “Sharing Session”, mengundang salah satu alumni Program Studi Perencanaan Wilayah Dan Kota (PWK) yaitu Sekar Aprilia Maharani, beliau merupakan alumni PWK UNTAN yang berhasil menyelesaikan pendidikan magister (S2) di Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui program beasiswa, serta memiliki rekam jejak yang aktif dalam organisasi, beliau menyampaikan bahwa mahasiswa PWK harus memiliki pemikiran kritis, untuk membentuk pemikiran yang lebih komprehensif dan solutif yang akan bermanfaat di dunia kerja, tidak lupa beliau menekankan pentingnya relasi sebagai investasi jangka panjang dan memberikan tips agar dapat membagi waktu untuk belajar dan berorganisasi.
Baca Juga: Dies Natalis PWK Untan: Hijaukan Langkah, Hangatkan Ikatan
Rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-13 PWK UNTAN dilanjutkan dengan sesi games yang berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Salah satu permainan yang menjadi pembuka adalah lomba susun kata yang mempertemukan dua tim dalam suasana kompetitif, namun tetap penuh kebersamaan. Para peserta menunjukkan kekompakan, kecepatan berpikir, serta semangat untuk menjadi tim terbaik.
Tidak hanya menjadi ajang kompetisi, sesi games juga menjadi ruang interaksi bagi mahasiswa, alumni, dosen, serta para tamu undangan untuk saling berbaur. Canda, sorak-sorai, dan dukungan dari masing-masing tim menciptakan suasana yang semakin hangat dan memperkuat semangat kebersamaan dalam perayaan Dies Natalis ke-13 PWK UNTAN.
Setelah sesi games berakhir, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian hadiah doorprize. Pembagian hadiah disambut dengan antusias oleh para peserta yang telah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Momen tersebut semakin menambah keseruan sekaligus menjadi bentuk apresiasi kepada para peserta yang telah berpartisipasi dalam memeriahkan acara.
Kemudian, setelah sesi games dan pembagian doorprize dilanjutkan dengan pertunjukan hiburan. Suasana perayaan semakin meriah dengan penampilan musik yang diisi oleh dua band dan dua penampil tunggal. Penampilan dari kedua band berhasil menghidupkan suasana dan mengajak mahasiswa serta tamu undangan untuk bernyanyi dan menikmati musik bersama.
Kemeriahan kemudian dilanjutkan dengan penampilan tunggal yang turut memberikan warna dalam rangkaian acara. Antusiasme peserta semakin terasa ketika lagu-lagu yang dibawakan diikuti dengan nyanyian dan interaksi bersama. Rangkaian penampilan musik ini menjadi salah satu momen yang mempererat kebersamaan sekaligus menambah semarak perayaan Dies Natalis ke-13 PWK UNTAN.
Setelah rangkaian penampilan musik selesai, acara dilanjutkan dengan prosesi tiup lilin Dies Natalis ke-13 PWK UNTAN yang dipimpin oleh Ketua Jurusan sebagai simbol perayaan perjalanan dan pertumbuhan PWK UNTAN hingga memasuki usia ke-13 tahun. Prosesi berlangsung dengan penuh suka cita dan menjadi salah satu momen penting dalam rangkaian perayaan.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi dokumentasi bersama Ketua Jurusan, para dosen, dan mahasiswa. Momen tersebut menjadi penutup yang hangat sekaligus mengabadikan kebersamaan seluruh sivitas akademika dalam perayaan Dies Natalis ke-13 PWK UNTAN.
Dalam sesi wawancara interaktif, Ibu Firsta Rekayasa Hernovianty selaku Koordinator Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota menyampaikan suka citanya pada acara Dies Natalis Ke-13 PWK UNTAN.
“Kebersamaan dalam setiap angkatan terasa semakin hangat, semakin terasa, antara mahasiswa, dosen, serta setiap angkatan mahasiswa, semuanya merayakan kebersamaan ini. Di hari inilah kita dapat merayakan kebahagiaan dengan segala keseruan. Seperti kota yang ideal adalah kota yang compact, maka acara ini merupakan gambaran dari compact tersebut (compactness).”
Ricky Pratama, selaku alumni PWK UNTAN angkatan 2020, turut memberikan apresiasi dan harapannya bagi mahasiswa PWK UNTAN agar terus dapat maju dan berkembang.
“Kesan saya sendiri, acara Dies Natalis kali ini sangat ramai, dan semoga bisa lebih ramai lagi ke depannya serta bisa menghadirkan alumni lebih banyak lagi, untuk adik-adik PWK tetap semangat belajarnya serta harus mampu menggali potensi-potensi yang ada karena melalui PWK UNTAN kalian telah mendapat wadah untuk belajar dan mengembangkan potensi yang kalian miliki”
Penyelenggaraan Dies Natalis ke-13 PWK UNTAN ini menjadi momen istimewa bagi seluruh sivitas akademika Perencanaan Wilayah dan Kota. Acara ini menjadi wadah yang menarik karena tidak hanya menyajikan hiburan, tetapi juga membuka ruang diskusi serta pembelajaran yang lebih mendalam. Baik bagi tamu dan peserta acara maupun panitia penyelenggara, momentum berkumpul ini menjadi sarana penting dalam memperkuat rasa kebersamaan serta pemahaman akan keberagaman di lingkungan kampus.
Press Release Panitia Dies Natalis Perencaaan Wilayah dan Kota Untan