Mimbaruntan.com, Untan – Pemilihan Raya Mahasiswa (Pemirama) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Tanjungpura (Untan) dilaksanakan pada Selasa (15/9) dengan konsep baru yang lebih transparan. Pelaksanaan Pemirama FKIP Untan kali ini dilaksanakan secara langsung dan hak pilih diserahkan penuh kepada seluruh mahasiswa FKIP Untan dengan menggunakan metode mencoblos menggunakan paku pada kertas suara.
Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) FKIP Untan, Azuriyan, mengatakan bahwa tahun ini Pemirama telah memiliki rancangan undang-undang yang disesuaikan dengan kondisi terbaru. Minimnya minat mahasiswa bergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), dan mencalonkan diri menjadi ketua membuat Pemirama FKIP dalam beberapa tahun belakangan terjadi secara aklamasi meski FKIP memiliki mahasiswa terbanyak.
“Nah, tentu dari rancangan undang-undang sudah ada perubahan dengan menyesuaikan kondisi terbaru. Kita tahu bahwa beberapa tahun belakangan, Pemirama FKIP itu terlaksana secara aklamasi, karena kurangnya minat masuk BEM meski mahasiswanya paling banyak,” kata Azuriyan.
Meski begitu, Azuriyan tetap mengungkapkan rasa syukurnya atas kepedulian mahasiswa FKIP yang masih berpartisipasi dalam Pemirama di tengah minimnya antusiasme mahasiswa dalam demokrasi kampus.
Baca Juga: Pasca Debat Paslon Pemirama Untan Perkuat Komitmen Tangani Isu Kampus
“Alhamdulillah masih ada teman-teman FKIP yang peduli dan mau datang untuk memilih, meski antusiasnya dalam demokrasi minim tapi kita masih melihat kepedulian itu,” ungkap Azuriyan.
Sebagai ketua DPM, dirinya juga berharap bahwa Pemirama dapat terus dilaksanakan secara langsung di tahun-tahun yang akan datang dengan kondisi yang lebih baik. Hal tersebut diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk berpartisipasi lebih aktif dalam menyalurkan hak suaranya.
“Kami berharap pemirama kedepannya tetap bisa dilaksanakan secara langsung dan lebih baik, sehingga mahasiswa bisa berpartisipasi lebih banyak,” harapnya.
Syahviqih selaku panitia Komisi Pemilihan Raya Mahasiswa (KPRM) menjelaskan bahwa pemilihan dilaksanakan secara langsung untuk meminimalisir kesalahan teknis, termasuk menghadirkan saksi untuk memantau hasil pemungutan suara dan menghindari manipulasi data di lapangan.
“Pemirama kali ini penuh secara langsung untuk menghindari kebocoran, sabotase dan lainnya. Disini ada Panitia pengawas juga, dan pemirama dilaksanakan selama dua hari. Ketika penghitungan suara dihadiri oleh saksi dan diperlihatkan kertas yang dicoblos,” jelas Syafiqih.
Mahasiswa yang sedang melakukan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) tetap diberikan waktu untuk memilih oleh panitia KPRM, terdapat waktu tambahan teruntuk mahasiswa yang berhalangan hadir karena urusan kampus. Panitia KPRM menyediakan kanal perizinan melalui media sosial KPRM jika berhalangan hadir dan memerlukan waktu tambahan, meski demikian Pemirama akan tetap dilaksanakan secara langsung.
“Pemirama pada dasarnya dua hari, tetapi jika ada yang berhalangan hadir maka bisa izin melalui media sosial KPRM dan bisa ganti di lain waktu yang sudah disepakati. Pemilihannya akan tetap langsung, agar tidak ada kecurigaan terkait sabotase dan manipulasi,” ujar Syahviqih.
Baca Juga: Kecurangan dan Transparansi Pemilihan, Adakah di Lingkungan Universitas?
Mahasiswa baru angkatan 2026, Kanisius, mengungkapkan bahwa ini adalah kali pertamanya melakukan pemilihan suara di lingkungan kampus. Dirinya berharap kepada para pasangan calon (paslon) yang terpilih bisa menjalankan tugasnya dengan amanah, penuh tanggung jawab, dan menjadikan FKIP sebagai fakultas yang lebih baik.
Kanisius juga mengajak seluruh mahasiswa untuk menggunakan hak suara dan hak pilihnya dengan sebaik mungkin, juga mencermati visi dan misi paslon untuk mendapatkan pemimpin yang baik.
“Karena ini pertama kalinya ikut pemirama, ada rasa deg-degan. Saya berharap mereka bisa menjalankan tugas dan kewajiban mereka dengan lancar, membawa FKIP lebih berkembang. Untuk yang golput, semoga kedepannya bisa berpartisipasi dan tidak golput lagi karena satu suara sangat penting untuk memperoleh pemimpin yang lebih baik,” ungkap Kanisius.
Pemirama FKIP berlangsung selama dua hari pada 14-15 September 2026, dan dilaksanakan secara langsung di area kampus. Hasil akhir rekapitulasi suara berdasarkan sumber instagram @kprmfkipuntan menunjukkan kemenangan berhasil diraih oleh paslon 02 dengan jumlah suara sebanyak 66%, mengalahkan paslon 01 yang mendapatkan suara sebanyak 34%.
Penulis: Munawar, Delta
Editor: Mia