Tinggal sehari Hidup dimalam hari Hanya menghitung jari Menghadap sang ilahi Ketempat yang abadi…
Sastra
-
-
Sandiwara meja bundar Bertemakan “si dasi orang besar” Berlatar belakang “reklamasi dan rumah sakit…
-
Burung-burung enggang yang sisa nama
Tengkawang-tengkawang yang sisa luka
Bersabda pada dunia -
Peliharaanmu, tuan
Santapannya di sanggan emas
Tidurnya dalam sangkar
bertabur permata -
Suamiku, Elri masih duduk di kursi ruang tamu yang menghadap ke arah jalan ditemani cerutu dan segelas teh yang kubuatkan tadi saat sarapan. Biasanya sepagi itu dia sudah mandi dan bersiap untuk pergi ke kantor.
-
Beberapa bulan ini, kau sering melamun di atas peranginan depan istana yang menghadap sungai bercabang tiga, Muara Ulakan. Hari ini kau juga melewatkan sore di tepian sungai
-
-
-
Kelopak matanya
Senyumnya
Kurasa dia manusia yang paling beruntung telah dapatkan rindu daku
Namun setelah saya menggunakan akal budi
Menimbang dan memutuskan
Dalam ingatan -
Belia dalam langkah sepi Temaram mengoyak jiwanya Mutlakkah salahnya? Haruskah dia dipersalahkan? Ini tangisnya…