Gadis cantik itu bernama Ramadhania Bintang. Ia adalah putri sematawayang dari pengusaha konglomerat. Kedua orangtuanya menaruh harapan besar agar kelak Bintang dapat menjadi kebanggaan bagi keluarganya
Cerpen
-
-
“Langit.”
Wanita itu masih asik dengan dunianya ketika untuk kesekian kalinya namanya dipanggil. -
Sang surya mulai bangun dari tidurnya, ku buka jendela manis kecilku, tercium aroma-aroma bunga, tumbuhan hijau menyapa dengan melambaikan daun-daunya. Bunga mekar indah dengan penuh senyuman menyambut pagi hari.
-
Karina masih sedih dan tidak merelakan kekasihnya yang pergi meninggalkannya untuk selama-lamanya. Hari-harinya ia menghabiskan dengan mengurung diri di kamar.
-
Di kota ini ada manusia yang tega membunuh anaknya. Sumpah, aku baru saja menonton…
-
Atap rumah dihantam hujan dengan tidak beraturan. Tidak ada pola yang tetap, mereka…
-
Pahitnya kopi tak lagi kurasakan. Satu detik berlalu bagai seabad, hampir tak ada bedanya…
-
Semua orang menyambutnya dengan tawa, padahal dia baru saja datang kemari.
-
Hujan mengguyur bumi. “Apa yang kau lihat?” Aku menoleh. Suara itu lagi. “Hanya hujan,”…
-
Tidak pernah kutemukan lagi matahari bersinar. Semua gelap. Tidak pernah ada lagi cahaya yang…