Ohh… Ibu ku..
Kau bagaikan permata dalam hidup ku
Permata yang tidak terhingga harganya
Sungguh…
Begitu tak terhingga pengorbanan mu
Ohh… Ibu ku..
Kau bagaikan permata dalam hidup ku
Permata yang tidak terhingga harganya
Sungguh…
Begitu tak terhingga pengorbanan mu
Sendu mengiringi langkahku Kulipat hatiku tanpa peduli Masih ada kah cahaya dihati Tuk menerangi jiwa yang mati Hidup tanpa tau rasa bersyukur Dibalik kegelapan yang suram Kulihat seberkas cahaya, cahaya yang selalu ada Mengiringi setiap jejak langkahku Memberi arti setiap senyuman, dalam kegelapan jiwa Sosok yang tua dan mulai rapuh memcoba menguatkanku Dalam setiap tetes keringat yang engkau keluarkan Tak sedikitpun keluhan dihati Ibu… Sejak aku belum bisa berucap dan bersyukur…
Angin berembus sepoi-sepoi, menerbangkan dedaunan kering, mengangkut debu-debu dari jalan berpolusi dan melebur enjadi satu dengan udara sejuk di bawah bukit asri. Pagi yang indah hari ini telah khusus kupesan untuk diriku sendiritiada orang lain yang mencampurinya, menemaniku seolah-olah aku kakek tua reyot yang tak bisa menopang tubuhku. Merekaorang-orang banyak omong itutakkan pernah bisa mendapat tempat dalam lubuk hati terkecil sekalipun, dariku.
Kisah ini menceritakan tentang kehidupan seorang remaja putra bernama Adit yang harus berjuang dalam dalam getir hidup yang penuh dengan kepahitan dan kesedihan.
Dalam Hening Sepi Angin Pagi …
Hadir Suara Gemersik Dedaunan …
Wahai pejuang kebangsaan Ingatkah kalian ? Dulu, kalian lah pelopor kemerdekaan.. Tapi kini,…
Oleh Septi Dwisabrina Suasana hening dan sunyi, mewarnai kehidupan Helly. Gadis yang baru berumur…
Senja dulu sudah mengaung
Dari damainya waktu
Dari seikat kembang yang menyerbak ranum
Memanggil dari alam lain
Sebatang Kara Oleh Rika Efendi Dunia gelap gulita tanpa cahaya tiada kesenangan atau pun…